Putra-putri Indonesia Mampu Mengoperasikan PLTN

Putra-putri Indonesia Mampu Mengoperasikan PLTN

Sebenarnya Indonesia sudah mengoperasikan tiga unit reaktor nuklir untuk keperluan penelitian serta beberapa fasilitas nuklir yang meliputi fabrikasi elemen bakar.

Ratusan Generasi Muda Nuklir 7 Negara Ikuti NYS 2014

Ratusan Generasi Muda Nuklir 7 Negara Ikuti NYS 2014

Jakarta (22/11/14); Sebanyak 142 generasi muda nuklir yang berasal dari 7 negara mengikuti Nuclear Youth Summit (NYS) 2014. 24 peserta berasal dari Australia, Vietnam, Thailand, Philipina, Malaysia dan Bangladesh, sementara 118 peserta

Temui JK, Utusan Rusia Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Batam

Temui JK, Utusan Rusia Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir di Batam

Jakarta -Hari ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Matviyenko. Sejumlah rencana kerjasama ekonomi dibicarakan

Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk

Teknik Serangga Mandul Pada Nyamuk

Teknik Serangga Mandul (TSM) merupakan suatu cara pengendalian vektor yang ramah lingkungan, efektif, dan potensial.

(Pontianak, 23/11/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar menggelar kegiatan  Workshop Iptek Nuklir Bagi Guru SMA/MA se Kalimantan Barat. Kegiatan yang di laksanakan pada tanggal 22-23 November 2019 di Ruang Bilik Balige Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait iptek nuklir dan pemanfaatannya kepada 85 orang guru dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang didapatkannya kepada seluruh anak didik di sekolah ataupun rekan sejawatnya, sehingga iptek nuklir tidak lagi dipahami sebagai hal yang negatif melainkan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan, Ir. Ruslan, mengatakan bahwa materi yang terkait tentang nuklir sebenarnya sudah di dapatkan para guru ketika kuliah ataupu melalui buku bahan ajar. Namun, nuklir merupakan materi yang abstrak dan karenanya buku-buku yang tersedia terkadang tidak mampu menjelaskan dengan baik. Ruslan juga menjelaskan, bahwa hal ini menjadi tantangan bagi BATAN yang memiliki tugas untuk melakukan edukasi dan diseminasi informasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pendidikan. Untuk itu, BATAN selama beberapa tahun terakhir BATAN bekerjasama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, menyusun suplemen bahan ajar iptek nuklir, guna melengkapi buku-buku pelajaran yang dipergunakan oleh para guru. Ruslan menambahkan, kurikulum saat ini sudah banyak mengakomodasi kebutuhan pembelajaran iptek nuklir, meskipun bahan-bahan yang dapat digunakan oleh para guru untuk mengajarkan iptek nuklir secara menyenangkan dan tidak teoritis masih sangat kurang. Hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan workshop ataupun sosialisasi iptek nuklir kepada kalangan pendidikan, termasuk yang ada di Kalimantan Barat.

"Untuk itulah, dalam rangka mengedukasi iptek nuklir kepada kalangan siswa dan juga guru, dilaksanakan melakukan kegiatan workshop/pelatihan introduksi iptek nuklir. Selain itu kami juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengunjungi fasilitas kami yang ada di BATAN,” ujar  Ruslan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. Kusnadi, M.Si, mengatakan bahwa tanggung jawab kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab banyak pihak. Ia menyampaikan apresiasinya  kepada BATAN yang mau terlibat secara aktif dalam membantu pendidikan iptek nuklir di sekolah.

“Saya mengapresiasi BATAN yang ikut terlibat dan berkontribusi dalam upaya mewujudkan kualitas pendidikan yang semakin bagi untuk generasi di masa mendatang” ujar Kusnadi dalam sambutannya.

Hadir sebagai pemateri dalam workshop ini diantaranya Adipurwa (BATAN), Mariati Purba (Kemendikbud), Ratih Indah Pujihartini (Guru Percontohan BATAN), dan Yayu Sri Rahayu (P4TK IPA). Selain memberikan materi teknis dan praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran iptek nuklir, para peserta juga mempelajari cara penggunaan detektor radiasi, dan mempraktekkan aktivitas pengukuran radiasi background di sekitar lokasi kegiatan. Penggunaan media bantu seperti kuis online juga turut diajarkan, sebagai referensi metode pembelajaran di sekolah.

Selain kegiatan workshop, BATAN juga menggelar acara Nuclear Goes to School (NGS) pada tanggal 21 November 2019  di SMAN 4 Pontianak. Sebanyak 50 siswa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan antusias. Respon guru dan siswa untuk mempelajari iptek nuklir sangat luar biasa, terlihat dari  banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pemateri. Diharapkan, di tahun-tahun mendatang, kegiatan serupa akan terus di laksanakan di Kalimantan Barat, sebagai bagian dari program edukasi iptek nuklir dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap iptek nuklir. (trisni)