PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Pontianak, 06/03/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menggelar workshop pengenalan bahan ajar iptek nuklir bagi guru SMA/MA Bidang IPA di Hotel Orchard, Pontianak, Rabu (04/03). Workshop ini diikuti oleh 56 peserta dengan mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi di lingkungan Kota Pontianak dan Kabupaten Kuburaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Kusnadi, mengatakan, workshop ini sangat bermanfaat bagi para guru dan siswa untuk mengetahui manfaat nuklir.

“Kegiatan yang diselengarakan BATAN ini sangat positif dan bermanfaat bagi guru untuk meimplementasikan kepada siswa dalam mata pelajaran fisika, kimia, dan biologi terkait dengan atom atau radiasi dan diharapkan  guru dapat pula  menyosialisasikan iptek nuklir kepada masyarakat,” ujar Kusnadi dalam sambutannya.

Selain itu, masih ditemukan buku teks yang menggunakan analogi negatif seperti bom nuklir, maka diperlukan konsep untuk mengenalkan energi nuklir.

“Gambaran inilah yang kemudian masih mengesankan pada anak-anak hingga mereka dewasa bahwa nuklir itu membahayakan,” tambahnya.

Materi dalam kegiatan ini meliputi pengenalan nuklir, aplikasi di berbagai bidang dan proteksi radiasi, serta hasil-hasil litbang yang telah dihasilkan oleh BATAN.

Dalam kegiatan ini, BATAN juga mendatangkan narasumber dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menyampaikan materi mengenai iptek nuklir dalam kurikulum formal pendidikan dan implementasinya, serta sharing knowledge dari salah satu guru yang telah diikutsertakan dalam kegiatan IAEA Compendium sebagai Expert Teacher.

Selain teoritis, kegiatan ini juga melakukan praktikum dengan menggunakan alat detektor untuk mendeteksi radiasi.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teoritis dan praktis peserta tentang iptek nuklir dan aplikasinya di berbagai bidang. Hasil dari workshop diharapkan peran dunia pendidikan dapat optimal dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat secara kontinyu, serta meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan iptek nuklir untuk tujuan damai (lilis).