PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Pontianak, 11/03/20) Lima daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat diantaranya Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang komitmen untuk menyebarluaskan varietas unggul BATAN. Hal ini disampaikan masing-masing perwakilan daerah pada kegiatan Sosialisasi Promosi Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) di Pontianak.

Bertempat di Hotel Mercure Pontianak, kegiatan berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (11-12/03/20). Selain perwakilan dari masing-masing dinas kabupaten/kota, sosialisasi juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Florentinus Anum dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Denah Suswati.

Kegiatan Sosialisasi merupakan pendahuluan dari kegiatan PHLIN di 5 daerah Kalimantan Barat, yang direncanakan berlangsung secara kontinyu dengan target kemandirian selama 3 tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tersebar di beberapa daerah di seluruh Indonesia, PHLIN tahun ini difokuskan di wilayah Kalimantan Barat karena mendukung fokus kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) PLTN di Kalimantan Barat. Namun demikian PHLIN kali ini masih fokus di bidang pertanian, sekaligus untuk memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa nuklir juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pada kegiatan kali ini disampaikan update terkini hasil-hasil litbang BATAN khususnya di bidang pertanian, skema kerjasama PHLIN Tahun 2020 sampai bimbingan teknis aplikasi SIMITRA yang akan dimanfaatkan untuk perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan hingga pelaporan kegiatan secara online. Dalam pertemuan juga dibahas dan disepakati detail kegiatan untuk masing-masing daerah di tahun 2020 ini, detail kegiatan berbeda untuk tiap daerah karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Saat membuka kegiatan Deputi PTN BATAN Hendig Winarno menyatakan Provinsi Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Sambas sudah terbiasa dengan varietas BATAN, “Musim tanam lalu Cilosari tersebar di sedikitnya 16.000 Ha lahan pertanian Kabupaten Sambas” demikian tuturnya. Selain berbicara pertanian Deputi PTN juga menyampaikan masyarakat berhak menerima informasi nuklir yang benar seperti berita tentang zat radioaktif di kompleks BATAN Indah beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Florentinus Anum menyambut baik kerjasama dengan dinas-dinas pertanian kabupaten/kota ini, ia menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan dan koordinasi terkait dengan kegiatan PHLIN ini. (eph)