PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 11/09/2020), Bupati Batu Bara Provinsi Sumatera Utara, H. Zahir berharp teknologi nuklir mampu meningkatkan produksi padi di wilayahnya yang saat ini produksinya sedang pengalami penurunan. Hal ini dikatakan H. Zahir ketika melakukan kunjungan kerjanya ke Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jumat (11/09).

Zahir mengatakan, Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu wilayah sentra pangan di Sumatera Utara dalam mendukung program kedaulatan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Untuk mendukung hal ini, maka diperlukan dukungan teknologi, khususnya di bidang pertanian.

Dengan kunjungannya ini, Zahir berharap, BATAN dapat memberikan sebuah solusi bagi masyarakat Kabupaten Batu Bara untuk dapat meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan teknologi nuklir. “Kita ada masalah di bidang pertanian di sana, terjadi penurunan produksi terhadap tanaman padi,” ujar Zahir.

“Kita melihat apa kira-kira yang menyebabkan produksi padinya penurun. Nah mungkin ada tentang tanah, ada mungkin masalah genetik padinya sendiri. Jadi kita memohon kepada BATAN untuk mencarikan solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada di Kabupaten Batu Bara,” tambah Zahir.

Menurut Zahir, di beberapa wilayah Kabupaten Batu Bara sekarang ini tanahnya sudah jenuh, jadi kondisi tanahnya sudah lambat menyerap air. Jadi kalau ada pasang atau air datang, airnya tidak bisa diserap sampai ke bawah untuk beberapa waktu, sehingga sulit bagi tanaman untuk tumbuh dengan baik.

Oleh sebab itu, ia mengajak para Kepala Dinas untuk melakukan riset atau penelitian untuk mencari solusi dalam mengatasi hal tersebut. Karena menurutnya, pemerintah yang melaksanakan kegiatan melalui riset itu adalah pemerintah yang ingin mengurangi risiko kegagalan.

“Saya tidak mengerti dengan masalah pertanian, saya bukan ahli pertanian, tetapi saya ingin paham dengan masalah pertanian, karena pertanian ini adalah sumber kehidupan semua manusia yang ada di republik ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Zahir, menyampaikan bahwa selama ini banyak masyarakat yang tidak mengetahui jika BATAN melakukan penelitian di bidang pertanian dengan teknik mutasi radiasi. Hal ini disebabkan karena persoalan minimnya informasi yang sampai kepada masyarakat.

Untuk itu, Zahir menyarankan, sebaiknya BATAN melakukan roadshow ke daerah-daerah, dengan mengundang seluruh Kepala Dinas provinsi dan menjelaskan bahwa sebenarnya BATAN bukan bekerja di bidang teknologi nuklir untuk bom atau senjata, tetapi BATAN juga bisa membangun dan mengembangkan bidang pertanian dengan menghasilkan bibit unggul, seperti padi dan kedelai.

Zahir sangat berharap kepada BATAN, dengan teknologi nuklir dapat membantu mengatasi permasalahan di Kabupaten Batu Bara, khususnya di bidang pertanian, terutama nanti dapat melihat masalah kondisi tanahnya serta penggunaan varietas hasil litbang BATAN atau dengan cara melakukan perbaikan varietas lokal, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.
Selain itu, Bupati juga tertarik dengan teknologi pengolahan hasil panen, terutama untuk tanaman cabai yang juga banyak dihasilkan di Kabupaten Batu Bara dengan menggunakan iradiator, sehingga cabai bisa awet dan dapat disimpan lebih lama.

Diakhir penjelasannya, Zahir, menyampaikan keinginannya untuk segera melakukan kerja sama dengan BATAN yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dan selanjutnya ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Sementara itu, Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan menyambut baik kunjungan Bupati Batubara ke BATAN dan keinginan Bupati untuk segera melakukan kerja sama dengan BATAN. Sebagai langkah awal, Kepala BATAN memberikan benih padi unggul hasil litbang BATAN yakni Varietas Sidenuk untuk dapat ditanam dan dikenalkan kepada petani di Kabupaten Batu Bara.

Selain itu, juga diserahkan benih sorgum varietas Pahat dan oligochitosan yang dikembangkan oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) untuk meningkatkan daya tumbuh tanaman (growth promotor), mencegah dan mengurangi penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus, meningkatkan imunitas tanaman dari penyakit, dan meningkatkan produktivitas/hasil tanaman.

Turut serta dalam kunjungan Bupati Batu Bara adalah Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Batu Bara. Sementara Kepala BATAN didamping oleh Kepala PAIR, Kepala BSDMO, Kepala Bidang Pertanian dan beberapa orang peneliti. (arial)