PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Gunung Kidul. Batan.go.id – Aneka olahan makanan berbahan dasar sorgum dipamerkan dalam lomba pembuatan kue di desa Playen, Gunung Kidul. Olahan makanan yang dibuat pun bervariasi mulai dari pizza, klepon, apem, kue lapis, pastel, yangko, bakpia, bahkan kue tart, dan masih banyak lagi. Lomba membuat kue berbahan dasar sorgum ini sengaja diselenggarakan oleh para ibu-ibu dari desa Playen karena lahan pertanian di desa ini sebelumnya digunakan sebagai demo penanaman sorgum yang benihnya berasal dari hasil riset iptek nuklir yang dikembangkan BATAN.

Bupati Gunung Kidul, Hj. Badingah, S.Sos. ketika membuka acara ini berharap agar sorgum yang selama ini hanya sebagai tanaman tumpangsari bisa dioptimalkan budidayanya sehingga dari penanaman sorgum ini bisa meningkatkan nilai tambah. “Namun untuk pengelolaan pasca panen, kami tetap minta bantuan pihak BATAN untuk bisa membantu mengelola pemasarannya”, tegas Badingah. Menutup sambutannya, Badingah berpesan agar laporan ataupun hasil evaluasi dari kegiatan ini bisa dikirimkan kepadanya.

Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN bekerja sama dengan Pemda Gunung Kidul menyelenggarakan acara Sarasehan Mitra Komersial Pemuliaan Tanaman Pangan di kantor desa Playen, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 29 April 2015. Lomba diikuti lebih dari 25 peserta terdiri dari kelompok ibu-ibu PKK dan para pengusaha kue di daerah setempat.

Dalam sambutannya Camat Playen, Suyatno mengatakan bahwa nuklir yang selama ini dipikirkan adalah bom, ternyata melalui inovasi teknologi bisa dikembangkan untuk kesejahteraan pangan dan bidang lainnya. Tujuan budidaya sorgum di wilayahnya adalah untuk pengembangan pakan ternak. Sedangkan tujuan lainnya adalah sebagai bahan pangan alternatif, termasuk makanan oleh seperti kue-kue, lanjut Suyatno.

Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan, Ir. Ruslan dalam sambutan mengatakan bahwa sejak ditandatangani kerja sama antara BATAN dengan Gapoktan Sido Rahayu kecamamtan Playen, telah berhasil dipanen beberapa varietas unggul hasil riset BATAN, seperti padi Sidenuk, kedelai, dan sorgum. “Kami menghadirkan para peneliti yang kompeten di bidangnya. Silakan segala permasalahan bisa disampaikan pada kegiatan ini”, tegas Ruslan.

Ruslan juga berharap agar budidaya sorgum disini, bisa dimanfaatkan hasilnya untuk menambah penghasilan petani, misalnya dengan membuat kue dan makanan olahan lainnya. Namun lanjut Ruslan, “Yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan ruang bisnis dengan memanfaatkan sorgum ini”, kata Ruslan.

Sementara itu Kepala Desa Playen Surahno menyampaikan akan pentingnya bimbingan dan pendampingan bidang pertanian dan peternakan, agar yang dilakukan hasilnya bisa maksimal. Surahno berharap kedepannya suatu saat nanti desanya bisa menjadi sentra benih sorgum dan produk litbang pertanian lainnya. “Selama ini, hasil panen hanya pas untuk konsumsi saja. Setelah kegiatan ini, supaya kedepannya bisa lebih meningkat, sehingga harapan sejahtera masyarakatnya akan terwujud”, tandas Surahno. (biw)