PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Gunung Kidul. Batan.go.id (05/05/2015) - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambungmangkurat (Unlam) Banjarmasin, Anis Wahdi berbagi pengalaman dengan warga Desa Playen, Gunung Kidul tentang model usaha bagi petani dan wanita tani dalam diskusi bertema Potensi Bisnis Produk Hasil Produk Litbang BATAN Bidang Pangan. Selama lebih dari 10 tahun Anis telah sukses membangun bisnis dunia peternakan. Bermula dari kerja sama dengan BATAN dalam hal produksi pakan ternak ruminansia. Pakan ternak yang diproduksi mampu menambah bobot sapi dan ternak ruminansia lainnya dalam waktu singkat.

Model usaha yang diperkenalkan oleh Anis Wahdi adalah pembuatan pakan ternak sapi yang simpel dan mudah dalam pembuatannya. Bahan yang dipergunakan adalah jerami yang difermentasikan dicampur dengan bekatul  hingga menjadi pakan ternak mampu menggemukkan sapi dalam waktu singkat. Bagi masyarakat yang tidak punya sapi dapat membuat pakan tersebut untuk diperjualbelikan. “Sekaligus ini menambah penghasilan yang cukup lumayan”, kata Anis.

Selain  pembuatan  pakan ternak, Anis pun memberikan contoh usaha barunya yaitu membantu memasarkan beras varietas padi BATAN yaitu Sidenuk kepada karyawan di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat.  Kebetulan varietas padi BATAN Sidenuk salah satu varietas padi yang disukai oleh sebagian masyarakat Kalimantan Selatan khususnya di kalangan pegawai Unlam. Diharapkan dari usaha yang dijalaninya dapat menular kepada masyarakat Desa Playen ini.

Kegiatan diskusi ini diikuti oleh dinas terkait, Kelompok Tani, Ibu-ibu PKK, pengusaha, LSM dan perangkat desa lainnya. Hadir juga dari kalangan perguruan tinggi seperti UPN Veteran, Univeristas Negeri Yogyakarta dan Universitas Gunung Kidul.  Narasumber berasal dari para peneliti BATAN bidang pertanian dan peternakan.  

Berbagai masalah yang muncul dari para peserta khususnya para petani peternak yang disampaikan kepada narasumber BATAN maupun kepada dinas terkait Pemda Gunung Kidul. Selain berbagai permasalahan yang dimunculkan  ada juga  sharing dan masukan diantaranya berasal dari Dinas Holtikultura yaitu adanya produk olahan sehat dari singkong. Sebagai informasi Kabupaten Gunung Kidul terkenal dengan tanaman singkong dan daging sapi yang besar. Menurut Dinas Holtikultura Kab. Gunung Kidul produk olahan sehat yang terbuat dari singkong ini sering dilombakan  dan di pasarkan di Pasar Tani. Pasar Tani ini diselenggarakan satu kali dalam bulan,  dengan tujuan untuk memasarkan hasil-hasil produk dari para petani. Peserta pasar tani tidak hanya dari kalangan petani namun dari kalangan wanita tani atau kelompok tani bisa turut berpartisipasi, namun tentunya yang sudah terdaftar di dinas terkait .

Pemanfaatan pakan ternak BATAN di Desa Playen ini sudah berjalan 1 tahun, dan menurut Kepala Dukuh Playen Suharjono memang ada perbedaan dari ternak sapinya yang sudah lebih terlihat sehat dan gemuk. Beliau berharap para warga Desa playen dapat memanfaatkan pakan ternak  hasil produk BATAN. Dan harapannya lagi tanaman sorgum yang sudah berjalan satu tahun ini dapat lebih meningkat lagi.

Sesuai dengan tujuannya  yaitu sebagai sarana mediasi dan sharing antara BATAN dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) dari kalangan akademis, pemerintah daerah dan kelompok tani juga sebagai sarana untuk mendapatkan informasi kebutuhan pasar/industri akan suatu produk teknologi di bidang pangan serta penguatan kerjasama kemitraan pemanfaatan produk BATAN bidang pertanian dengan kelompok tani Sido Rahayu. Diharapkan kegiatan diskusi ini dapat menyelesaikan segala permasalahan yang muncul dari para peserta, dan juga lebih meningkatkan kerjasama yang sudah terjalin antara BATAN dengan Gapoktan serta Pemda Gunung Kidul khususnya Desa Playen ini. (Tris W)