PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Bireuen (24 Okt 2020) “Teknologi dibutuhkan oleh petani untuk peningkatan kesejahteraan”, demikian yang dikatakan Anggota Komisi VII DPR-RI, H. Anwar Idris pada saat dilaksanakan kegiatan Promosi Hasil Litbang BATAN Bidang Pertanian di Desa Cot Keumude, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu lalu. Pada kesempatan itu juga diserahkan benih padi BATAN kepada kelompok tani yang diwakili oleh Kelompok Tani Paya Kareueng Desa Sagoe dan Kelompok Tani Bungoeng Meulu Desa Cot Keumude untuk ditanam sebagai percontohan produk hasil litbang BATAN.

(Cilacap, 20/10/2020) Pusat Diseminasi Dan Kemitraan (PDK) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar business matching media kompos organik di Cilacap, Selasa (20/10). Kegiatan business matching yang melibatkan beberapa stakeholder yakni dinas pertanian dan peternakan, pemasok bahan kompos, investor dan para penggiat hayati merupakan rangkaian proses inkubasi bisnis teknologi pemanfaatan hasil litbang BATAN inoculant microba rizhosfer (IMR).

Kepala Bidang Manajemen Inovasi dan Kemitraan, Ir Rismiyanto mengatakan, kegiatan inkubasi bisnis teknologi (IBT) yang dilakukan oleh PDK merupakan suatu rangkaian pembinaan dan pendampingan dari beberapa tahapan yang dimulai dari pelatiihan, uji produksi, promosi/bisnis matching kepada tenant. “Berbagai tahapan ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan perusahaan agar dapat menjadi perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) dan alhamdullah  telah ada Usaha Kecil Menengah (UKM)  yang memanfaatkan produk IMR untuk  untuk memperkaya mikroba rizhosfer pada produk pupuk kompos,” ujar Rismiyanto

Hal senada disampaikan Kepala Balai Inkubator Teknologi, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dr. Anugerah, bahwa inkubator bisnis  bertujuan untuk mendorong UKM untuk dapat berkembang serta mandiri dengan pola pembinaan  mengupgrade wirausaha yang sudah ada atau membentuk startup. Harapannya agar para wirausaha UKM dapat bersaing dengan produk yang sudah mapan.

Beberapa peserta yang mengikuti kegiatan business matching meminta kepada BATAN agar ketersediaan produk selalu terjaga karena menyangkut keberlangsungan usaha mereka. Mereka mengaku telah merasakan manfaat dari menggunakan IMR yakni mempercepat pertumbuhan sayuran seperti pare, timun dan sayuran lainnya, sehingga cepat panen produktivitasnya meningkat.

Jakarta, (30/9/2020). Sebanyak 147 orang peserta turut hadir dalam kegiatan Webinar Kearsipan pada tanggal 30 September 2020 diselenggarakan oleh Biro Umum. Peserta yang hadir adalah sebagian besar pejabat fungsional Arsiparis BATAN, Pejabat Eselon II dan Eselon serta pegawai pelaksana administrasi lainnya di lingkungan BATAN. Sembilan orang pegawai Pusat Diseminasi dan Kemitraan hadir sebagai peserta kegiatan webinar ini.

Kegiatan webinar Kearsipan dibuka oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan. Dalam sambutannya, Kepala BATAN menyampaikan bahwa kegiatan kearsipan sebagai amanah dari  UU No. 43 Tahun 2009 merupakan sesuatu yang sangat penting bagi negara dan khususnya organisasi. 

“Arsip bisa sangat menentukan  dalam berbagai hal, apakah itu untuk meluruskan sejarah, menelusuri  peristiwa di masa lampau,  atau yang berkaitan dengan masalah hukum.  Akan semakin bagus jika ada lebih banyak orang yang memahami arti penting dari kearsipan, sehingga diperlukan suatu Gerakan Sadar Arsip yang di motori oleh pejafung ahli utama Batan yaitu Dendang Hermansyah. Semoga Gerakan Sadar Arsip ini akan membahana dan meningkatkan pemahaman seluruh unsur di BATAN akan arti pentingnya sebuah arsip. Apalagi saat ini semakin banyak jafung Arsiparis di Batan” ujarnya.

(Jakarta, 11/09/2020), Bupati Batu Bara Provinsi Sumatera Utara, H. Zahir berharp teknologi nuklir mampu meningkatkan produksi padi di wilayahnya yang saat ini produksinya sedang pengalami penurunan. Hal ini dikatakan H. Zahir ketika melakukan kunjungan kerjanya ke Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jumat (11/09).

Zahir mengatakan, Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu wilayah sentra pangan di Sumatera Utara dalam mendukung program kedaulatan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Untuk mendukung hal ini, maka diperlukan dukungan teknologi, khususnya di bidang pertanian.

Dengan kunjungannya ini, Zahir berharap, BATAN dapat memberikan sebuah solusi bagi masyarakat Kabupaten Batu Bara untuk dapat meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan teknologi nuklir. “Kita ada masalah di bidang pertanian di sana, terjadi penurunan produksi terhadap tanaman padi,” ujar Zahir.

“Kita melihat apa kira-kira yang menyebabkan produksi padinya penurun. Nah mungkin ada tentang tanah, ada mungkin masalah genetik padinya sendiri. Jadi kita memohon kepada BATAN untuk mencarikan solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada di Kabupaten Batu Bara,” tambah Zahir.