PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Lampung (25/05/2016). Kepala Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) BATAN, Ferly Hermana mengatakan bahwa dengan sentuhan teknologi diharapkan produktivitas tanaman padi akan menjadi lebih baik. Demikian dikatakannya pada kegiatan Sarasehan Rice Expo Varietas Bestari Produk BATAN di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Desa Purwo Adi, Kec. Trimurjo Kab. Lampung Tengah, Lampung, Rabu (25/05/2016).

Lebih lanjut Ferly menjelaskan, masyarakat sudah terlanjut takut jika mendengar kata nuklir, takut akan bahaya radiasinya. Namun, sebetulnya banyak hasil-hasil penelitian BATAN yang sudah disosialisasikan, bukan hanya di bidang pertanian, tetapi juga di bidang kesehatan, lingkungan, industri, dan energi. Semuanya hasil litbang iptek nuklir BATAN.

Lampung (24/05/2016). Sebagai lembaga litbang, BATAN sudah banyak menghasilkan produk-produk hasil litbang iptek nuklir, diantaranya adalah padi varietas unggul di bidang pertanian. Namun, produk-produk tersebut tidak mungkin dimanfaatkan oleh masyarakat dalam hal ini petani jika tidak dilakukan sosialisasi.

Untuk mensosialisasikan produk-produk litbang, PT DuPont Indonesia bekerja sama dengan PT Andall Hasa Prima Lampung dan BATAN akan menggelar kegiatan DuPont Edufarm di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (25/05/2016). Kegiatan yang mengangkat tema “Raih Hasil Membanggakan” ini, bertujuan untuk memperkenalkan teknologi produk DuPont dan benih padi unggul hasil litbang BATAN.

Jakarta, 18 Mei 2016. Sebanyak 100 orang siswa MAN 11 Jakarta melakukan pengukuran paparan radiasi disekitar sekolah serta melakukan percobaan prinsip proteksi radiasi menggunakan detektor. Kegiatan ini dilakukan para siswa sebagai bagian dari pemahaman praktis mengenai teknologi nuklir yang sebelumnya hanya dipelajari secara teoritis di kelas. Pembelajaran kognitif ini diselenggarakan oleh Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) - BATAN bersama dengan MAN 11 Jakarta. Melalui kegiatan reguler Bidang Diseminasi yang bernama  Nuclear Goes to School (NGS), di Madrasah Aliyah Negeri 11 Jakarta. "Dengan adanya NGS ini kami mengharapkan tambahan pengetahuan dan wawasan siswa terutama dalam hal manfaat nuklir baik secara positif maupun negatif" tutur H. Hanapi dalam sambutannya selaku Kepala Sekolah.

Jakarta, (22/4/2016).  Ketua Dharmawanita Persatuan BATAN, Dr. Geni R. Sunaryo dalam sambutannya menyatakan ada poin penting bahwa pendidik pertama adalah seorang ibu. Jangan lupa, ibu adalah tiang negara. “Maju mundurnya suatu negara terletak dalam kualitas ibu/wanita. Ibu atau wanita harus mempunyai cita-cita tinggi untuk menyiapkan dan memajukan putra-putrinya jauh lebih baik dengan semangat maju terus,” demikian kata Geni pada peringatan hari Kartini di auditorium Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Pasar Jumat Jakarta, dengan tema Kreatif dengan Semangat Kartini.

Selanjutnya dikatakan Geni bahwa wanita itu harus meliliki spirit Aku Mau dan bukan Aku Tidak Bisa, sehingga  memiliki energi untuk terus berupaya dalam perbaikan. Kartini tidak identik dengan kebaya, banyak filosofi  yang penting  dapat diambil dari sosok Kartini. Kartini memiliki keterampilan menulis yang baik yang dituangkan dalam buku hariannya. Pembelajaran untuk bisa diimplementasikan saat ini adalah bukan sekedar dituliskan namun harus dibentuk wadah para ibu/wanita yang bisa digunakan untuk saling memotivasi dan memberi inspirasi untuk terus meningkatkan diri sehingga lebih berperan menciptakan hal-hal positif.

(Jakarta, 26/04/16). 30 tahun lalu, tepatnya 26 April 1986 terjadi kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Chernobyl, Ukraina. Kesalahan petugas operator menyebabkan ledakan reaktor yang melepaskan 190 ton gas radioaktif ke atmosfer dan menyebar di kawasan Uni Soviet (sekarang: Rusia) dan sebagian Eropa.  31 orang meninggal dan 231 orang segera dirawat di rumah sakit karena terkena radiasi.

Belarus adalah negara yang paling banyak terdampak bencana Chernobyl. Belarus terletak di 16 km dari perbatasan antara Ukraina dan Belarus, namun hampir sebagian dari seluruh wilayahnya tercemar radiasi. Kejadian ini berakibat pada persepsi masyarakat mengenai PLTN. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN, Sudi Aryanto mengatakan kejadian ini menimbulkan persepsi positif dan negatif di tengah masyarakat termasuk Indonesia.