PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Jakarta, 26/04/16). 30 tahun lalu, tepatnya 26 April 1986 terjadi kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Chernobyl, Ukraina. Kesalahan petugas operator menyebabkan ledakan reaktor yang melepaskan 190 ton gas radioaktif ke atmosfer dan menyebar di kawasan Uni Soviet (sekarang: Rusia) dan sebagian Eropa.  31 orang meninggal dan 231 orang segera dirawat di rumah sakit karena terkena radiasi.

Belarus adalah negara yang paling banyak terdampak bencana Chernobyl. Belarus terletak di 16 km dari perbatasan antara Ukraina dan Belarus, namun hampir sebagian dari seluruh wilayahnya tercemar radiasi. Kejadian ini berakibat pada persepsi masyarakat mengenai PLTN. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN, Sudi Aryanto mengatakan kejadian ini menimbulkan persepsi positif dan negatif di tengah masyarakat termasuk Indonesia.

Polewali (26/04/16); Hingga April 2016 varietas padi unggul BATAN yang telah disebar di beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mencapai 770,5 Ha. Jumlah ini berdasarkan data Bappeda Kab. Polman dari hasil penangkaran benih seluas 5 Ha 10 varietas BATAN melalui program Agro Techno Park (ATP) tahun 2015 lalu.

Jumlah penyebaran padi BATAN ini melampaui jauh target ATP tahun 2015 yang hanya sekitar 200 Ha saja. Sementara itu kegiatan penangkaran padi pada tahun 2016 ini seluas 15 Ha, juga melebihi target sebelumnya yang hanya 10 Ha, penangkaran benih ini diharapkan dapat disebarkan pada masa tanam berikutnya dengan target 2.000 Ha.

Dari hasil ubinan panen penangkaran padi 2016 ini didapatkan hasil 9.8 ton/Ha untuk varietas Sidenuk, dan 7.3 ton/Ha varietas Diah Suci, sementara itu untuk varietas Cilosari belum dilakukan panen karena belum masak sepenuhnya. Namun kalau dilihat dari hasil penyebaran sebelumnya varietas Cilosari mampu mencapai hasil 9.4 ton/Ha.

(Serpong 21/04/2016)  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Desiminasi dan Kemitraan (PDK) bekerjasama dengan beberapa unit kerja di BATAN, RS Hasan Sadikin dan KIRAMS Korea menggelar Saresehan Siklotron dalam rangka meningkatkan pemanfaatan energi nuklir, isotop dan radiasi di bidang pangan, energi, kesehatan dan obat serta sumber daya alam dan lingkungan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Serpong, Kamis (21/04). BATAN terus melakukan berbagai terobosan dalam menghilirisasi prototype rancangan detil Cyclotron DECY-13 yang berguna untuk pembuatan radiofarmaka dan pengembangan obat. Dengan alat ini diharapkan ketersediaan radiofarmaka tidak tergantung dengan impor.

Petugas Layanan Informasi (PLI) adalah ujung tombak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam menghadapi berbagai jenis masyarakat. Menurut Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN), Anhar Riza Antariksawan, kesan pertama BATAN ada di tangan PLI.

"Kesan pertama orang tentang BATAN bisa tergambar diawali oleh PLI, apakah nuklir itu sesuatu yang sulit dimengerti atau mudah," ujar Anhar saat memberikan sambutan pada Pelatihan Penyegaran PLI, Excellent Service and Sense of Belonging".

Menurut Anhar, pelatihan ini sangat baik untuk mencari kerangka yang optimal mengenai profil PLI. Peserta diberikan materi tentang kompetensi intrapersonal, interpersonal, dan profesional.

"Penyegaran berarti PLI kembali segar, punya mindset dan skill yang baik sehingga kinerja PLI meningkat," ujarnya.

(Bogor, 23/03/16). “Siapkah kita berubah?...” tanya Kepala BSDMO Hadi Susilo saat membuka Workshop SOP Layanan Kunjungan, Tamu dan Telepon BATAN di SLDC, Sentul Bogor, Kamis (23/03). Hadi menyampaikan yang terpenting dalam organisasi adalah SDM nya, dan untuk mendukung pencapaian Goal BATAN dalam rangka RB ada 6(enam) poin yang harus kita lakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut yaitu 1. Be aware n care, 2. Achive to the Goal, 3.Improve your Knowledge, 4. Show your new creative, 6. Keep in spirit and be synergize.

Workshop yang digelar pada tanggal 23 s.d 24 Maret 2016, dihadiri oleh 35 orang peserta yang terdiri dari para Kasubag. PKDI dan melibatkan beberapa Kepala UJM Unit kerja serta Kepala Bagian dan Kepala Sub terkait pembuatan SOP Kunjungan, SOP Layanan Tamu dan SOP Layanan telepon di BATAN.