PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Batan.go.id – Jogja (12/02/2016) – Iradiator punya banyak manfaat baik untuk meradiasi meradiasi makanan siap saji maupun yang masih mentah. Disamping manfaatnya yang lain seperti untuk sterilisasi alat-alat kesehatan. “Kita masih jauh tertinggal dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia dalam memanfaatkan iradiator untuk mengawetkan makanan”, Demikian menurut  Dr. Anhar R Antariksawan, Deputi BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir, saat membuka Sarasehan Pemanfaatan Fasiliatas Iradiator Untuk Pangan dan Kesehatan, di hotel University, Yogyakarta (11/02/2016).

Teknologi ini sudah lama sekali keberadaannya, namun di Indonesia teknologi ini belum berkembang, dalam arti pemakaiannya masih sangat terbatas. “Untuk komoditi ekspor, Indonesia sudah melakukan dengan teknologi  ini, walau masih sedikit”, kata Anhar di depan para pengusaha makanan tradisional Yogyakarta.

Jakarta, Batan.go.id – Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan mengatakan sebagai lembaga litbang, BATAN ingin menghilirkan produk-produk litbang iptek nuklirnya hingga kepada pengguna akhir. “Jadi dari sejak awal, sejak dari penelitian sampai kepada masyarakat atau pengguna lainnya”, kata Anhar saat pembuka acara Sosialisasi Promosi Hasil Litbang Iptek Nuklir Tahun 2016 di Hotel Mercure Ancol, Rabu (27/01/2016).

Hal ini merupakan tahapan-tahapan yang harus dilakukan, karena ini sebagai tuntutan yang ditujukan kepada BATAN bahwa hasil litbang jangan hanya disimpan dan menjadi karya tulis yang akhirnya menumpuk di atas meja dan memenuhi lemari-lemari kerja, namun harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu tahapan yang dimaksud adalah dengan melaksanakan kegiatan Promosi Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN).

Untuk itulah maka di BATAN ada Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir yang salah satu satuan kerjanya yakni Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) yang antara lain tugasnya adalah melaksanakan diseminasi dan promosi hasil-hasil litbang iptek nuklir yang didukung oleh dua kedeputian teknis lain dengan satuan kerja-satuan kerja yang melaksanakan penelitian iptek nuklir.

Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dunia meningkat pada tahun 2015, menurut data World Nuclear Association (WNA) hal ini ditandai dengan 10 reaktor baru yang mulai memasok listrik dan 8 PLTN shutdown permanen.

Tahun lalu total kapasitas sebesar 9.497 MWe dari reaktor baru telah terhubung ke jaringan listrik, naik sebesar 4.763 MWe yang ditambahkan pada tahun 2014. Cina menambah 8 unit, diantaranya: Fangjiashan 2, Yangjiang 2, Yangjiang3, Hongyanhe 3, Ningde 3, Fuqing 2, Fangchenggang 1 dan Changjiang 1. Sementara itu Korea Selatan dan Rusia masing-masing menambah 1 reaktor yaitu Shin Wolsong 2 dan Beloyarsk 4.

Laju peningkatan sebesar 484 MWe diantaranya Korea Selatan, Amerika Serikat dan Swedia menyumbang masing-masing 19 MWe, 290 MWe dan 175 MWe. Sementara itu laju pengurangan sebesar 19 MWe masing-masing, di Korea Selatan Wolsong 3 dan 4.

Batan.go.id – Sleman, (18/12/2015) – Burung kecil berparuh pendek pemakan biji-bijian, biasa kenal dengan sebutan burung emprit atau pipit dengan jumlah ribuan, ramai-ramai menikmati enaknya varietas padi Sidenuk sebelum dipanen. Pemandangan itu terlihat di lahan seluas 9 hektar di desa Sinduharjo, kecamatan Ngaglik, Sleman, DIY, saat menjelang acara panen raya varietas Sidenuk, Sabtu lalu, 12 Desember 2015.

Sunaryo, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur dari wilayah tersebut melaporkan bahwa hasil ubinan (hitungan perkiraan produksi panen) yang diambil dari 11 petani pemilik lahan, jika dirata-rata berhasil panen 11,8 ton per hektar GKP (gabah kering panen). Hasil panen varietas padi dari riset nuklir ini lebih tinggi dari biasanya (sekitar 7 ton/ha GKP).

Batan.go.id – Bandung (03/12/2015) – Reaktor Triga (Training, research, isotope production by General Atomic) dibangun tahun 1965 oleh Presiden Soekarno, saat ini berusia 50 tahun. Beberapa tahun belakangan ini sempat terhenti operasinya, dikarenakan ada komponen reaktor (batang kendali) yang rusak. Perusahaan pembuatnya sudah tidak memproduksi lagi komponen tersebut. Berbagai upaya dilakukan agar reaktor tersebut bisa beroperasi lagi.