PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Batan.go.id. Bandung. Jika masih ada yang meragukan kemampuan SDM nuklir Indonesia dalam mengoperasikan reaktor, maka hal itu sudah tidak berdasar lagi. Karena sejak 50 tahun lalu Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sudah mengoperasikan Reaktor TRIGA Bandung.

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan dalam pengoperasian reaktor nuklir ada dua hal yang harus diperhatikan, yakni keamanan dan keselamatan. “Kalau keamanan itu kaitannya dengan security, keselamatan kaitannya dengan safety,” jelas Djarot disela-sela Seminar Nasional Sains dan Teknologi Nuklir di Aula Timur ITB, Kamis (03/12/2015).

Batan.go.id. Bandung. Reaktor Triga MARK Bandung merupakan reaktor riset yang pertama kali berdiri di Indonesia dan saat ini genap berusia 50 tahun. “Ini menandai seuatu simbolisasi pencapaian yang luar biasa dari anak bangsa,” kata Ferhat Aziz, saat membuka acara Promosi Hasil Litbang Iptek Nuklir di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) - BATAN Bandung, Rabu (02/12/2015).

Batan.go.id. Serpong. “Iptek nuklir merupakan ilmu baru bagi saya, setelah dipelajari ternyata seru juga, dan bukan suatu hal yang harus ditakuti karena energi nuklir memang sudah diciptakan Tuhan yang harus kita kelola dengan baik,” kata Evan Puspitasari, yang terpilih menjadi Duta NUSAKI 2015, yang diselenggarakan di Gedung 71 Kawasan Nuklir Serpong, Selasa (01/12/2015).

Batan.go.id – Jogja (28/11/2015) – “Selama ini banyak yang mengenal BATAN dari pengembangan varietas padi dan kedelai. Namun ada satu lagi tanaman pangan yaitu Sorgum. Sorgum dikembangkan BATAN dalam upaya mengantisipasi kondisi lahan yang tidak menungkinkan untuk ditanam padi”, demikian disampaikan Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN, Ir. Ruslan saat membuka Forum Inovasi Pemanfaatan Budidaya Sorgum, di  Yogyakarta, Sabtu 28 November 2015.

Selanjutnya diakui Ruslan bahwa sorgum atau cantel ini masih ada permasalahan untuk labelisasi benihnya, karenanya diperlukan kerja sama dengan Dinas Pertanian setempat. Hal lain yang menjadi perhatian, menurut Ruslan, “Perlu dipikirkan bagaimana mengelola pasca panen, pengelolaan pasar, pemanfaatan sorgum sendiri itu nantinya bagaimana, apakah sebagai makanan olahan, pangan alternatif, bahan pakan ternak, atau untuk keperluan industri lainnya. Untuk itulah satu hari pertemuan ini diharapkan bisa didiskusikan dan mencari jalan keluar semua aspek tentang budidaya sorgum”, demikian tegas Ruslan.

Sorgum memiliki sangat banyak memiliki kelebihan, karena hampir semua yang terdapat pada tanaman itu bisa dimanfaatkan untuk peluang bisnis, misalnya daun, biji, dan batang. Menurut Anis Wahdi dari Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, “Potensi sorgum luar biasa. Jika di Amerika, sorgum ini terlihat (potensinya, red), maka biasanya kita di Indonesia juga bisa”. Menurut Anis, sorgum kelasnya lebih baik dari jagung dalam hal pakan ternak. Sorgum dalam satu hektar terdapat 40 ton daun, selain itu tanaman ini memiliki protein yang tinggi.

Batan.go.id – Jogja (21/11/2015). Ketua BATAN Agro Partner Club (BAPC), Khaeirul Anamsyah mengatakan, “Secara de facto, teknologi pemuliaan tanaman dari BATAN sudah banyak digunakan, namun secara de jure itu emang susah, susah sekali pemerintah mengakui bahwa benih itu dipakai, walaupun faktanya benih itu dipakai”. Sebagai pemain benih, Anam mengatakan bahwa varietas Sidenuk diakui sebagai sejarah varietas tercepat dan termasif, varietas lain belum ada. Akan tetapi sampai sekarang belum tercatat. Demikian hal itu disampaikan Anam saat memberikan sambutan ada acara Forum Komunikasi Mitra yang diselenggarakan Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN di Yogyakarta.

Lebih lanjut dikatakan Anam, “Di kalangan petani sudah banyak yang memakai benih dari BATAN, tapi dia tidak tahu tentang BATAN. Nama Sidenuk pun di kalangan petani juga sudah berganti nama menjadi misalnya Ciherang Delabet, Ciherang Bima, ada Ciherang Jablay, padahal itu-itu juga barangnya”