PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Batan.go.id – Jakarta (28/10/2015) – Bagi bangsa Indonesia tanggal 28 Oktober menjadi hari yang sangat bersejarah yaitu dicetuskannya Sumpah Pemuda 87 tahun yang lalu. Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda diikuti oleh seluruh karyawan BATAN di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Deputi Teknologi Energi Nuklir, Dr. Taswanda Taryo.

Dalam sambutan Menpora yang dibacakan Taswanda, diawali dengan pernyataan Presiden RI pertama Soekarno yang mengatakan “Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia”.

Paragraf lain dalam sambutan dikatakan bahwa sering masyarakat disuguhkan kasus-kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan pemuda Indonesia. Telusur punya telusur bermula dari interaksi sosial media (Sosmed). Sosmed kini menjelma menjadi tempat kumpul favorit anak-anak muda lintas negara, lintas budaya dan lintas agama. Biasanya berjalan real time 24 jam. Hal ini tidak mudah bagi orang tua, guru, lembaga pendidikan, termasuk negara untuk mengontrolnya.

Batan.go.id – UGM Jogja (24/10/2015) – “Pemerintah sedang berusaha merubah pola hidup, dari masyarakat konsumen menjadi masyarakat produsen. Hal ini tidak akan mungkin terjadi tanpa ketersediaan listrik yang cukup”, demikian pendapat Dr. Ir. Yudi Utomo Imardjoko selaku Dirut BUMN PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI Persero), pada acara kegiatan Nuclear Talks di Aula Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Sabtu lalu. Talkshow ini bertema Realistiskah Proyek Pemerintah 35.000 MW Tanpa PLTN?

Selanjutnya Yudi, doktor jebolan dari Iowa State University, USA ini di depan sekitar 100 mahasiswa mengatakan bahwa kecukupan listrik nantinya diarahkan untuk lebih mengembangkan sektor industri. Jika industrinya berkembang maka otomatis akan membuka lapangan kerja baru. Sehingga secara umum akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang baik.

Dalam kesempatan itu Yudi juga menyatakan heran bahwa Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu listrik sudah satu abad lalu, “Kok hari gini masih ada masyarakat yang belum menikmati listrik?”. Ketika ditanya, apakah mungkin proyek 35.000 MW ini akan tercapai? Menurut Yudi, ‘Mungkin saja, yang penting perintah Presiden”, katanya. Dalam buku putih yang dikeluarkan Kementerian ESDM, nuklir berkontribusi sebesar 5.000 MW.

Batan.go.id – Tangerang Selatan (22/10/2015). Satu lagi produk riset iptek nuklir bidang pertanian diperkenalkan ke masyarakat. Produk yang diberi nama Fitosan ini mampu mempercepat tumbuhnya tanaman, hasil panennya tinggi, dan umur tanamnya menjadi lebih pendek. Selain itu Fitosan mampu mencegah dan mengobati  tanaman dari penyakit karena virus, jamur dan bakteri (vaksin and antibiotik). Lebih hebatnya lagi Fitosan juga bisa diterapkan pada hewan untuk meningkatkan kualitasnya.

Sebanyak 37 peserta mengikuti Demonstrasi Produk Hasil Litbang BATAN bidang pangan. Peserta terdiri dari petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan pengusaha swasta bidang pertanian sewilayah kota Tangerang Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangsel ini dibuka oleh Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Ir.Ruslan dan ditutup oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan, Drs. Dadang Raharja,M.Si.

Batan.go.id – Pangkalpinang (21/10/2015) – Riset iptek nuklir peduli terhadap masalah sumber daya alam dan lingkungan yang terjadi di tanah air. Sejumlah penelitian dan kegiatan iptek nuklir di BATAN lalu difokuskan untuk mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan sumber daya alam dan lingkungan. Salah satu bentuk kepeduliannya adalah membantu masyarakat Bangka Belitung untuk memulihkan lahan kritis yang berada di bekas wilayah penambangan timah.

Wilayah Kepulauan Bangka Belitung terkenal kandungan tanah dengan mineral tinggi serta mengandung timah. Selain itu banyaknya penambang timah liar yang tumbuh pesat, sehingga mengakibatkan kondisi lingkungan di Babel menjadi lahan kritis. Riset iptek nuklir BATAN ikut peduli untuk memperbaiki kembali lingkungan, yaitu dengan melakukan kegiatan Demonstrasi Teknologi Bioremediasi.

Batan.go.id – Jogja (23/10/2015) - Penggunaan varietas benih unggul BATAN, didukung dengan pemakaian pupuk organik ternyata membawa hasil yang lebih baik, diantaranya adalah persemaian tanaman menjadi lebih kuat dan usia tanaman bisa lebih pendek. Hal itu disampaikan oleh Sumarjan, Ketua Kelompok Tani Sedyo Makmur, seusai panen padi varietas BATAN di Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada hari Selasa, 22 September 2015. Ada 4 jenis varietas BATAN yang ditanam di lokasi yang berdekatan dengan Sentral Jamur Merang tersebut, yaitu padi Mugibat, Bestari, Sidenuk, dan Sulutan Unsrat 2. Dengan menggunakan pupuk organik yang dibuat dari cacing tanah ternyata usia tanaman padi bisa lebih pendek antara 5-10 hari.