PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Gunung Kidul. Batan.go.id (05/05/2015) - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambungmangkurat (Unlam) Banjarmasin, Anis Wahdi berbagi pengalaman dengan warga Desa Playen, Gunung Kidul tentang model usaha bagi petani dan wanita tani dalam diskusi bertema Potensi Bisnis Produk Hasil Produk Litbang BATAN Bidang Pangan. Selama lebih dari 10 tahun Anis telah sukses membangun bisnis dunia peternakan. Bermula dari kerja sama dengan BATAN dalam hal produksi pakan ternak ruminansia. Pakan ternak yang diproduksi mampu menambah bobot sapi dan ternak ruminansia lainnya dalam waktu singkat.

Gunung Kidul. Batan.go.id – Kepala Dukuh Siji, Playen, Gunung Kidul, Harjono merasa kebingungan ketika pihaknya didatangi oleh beberapa pengusana dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya pengusaha asal Kalimantan yang ingin megajak kerja sama dalam hal budidaya sorgum. Pasalnya, sorgum yang ditanam di Playen, Gunung Kidul adalah sorgum hasil riset iptek nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Sorgum tersebut mampu tumbuh dengan baik dilahan kering dan marginal. Seperti diketahui banyak lahan di Gunung Kidul adalah lahan mengandung kapur.

Gunung Kidul. Batan.go.id – Aneka olahan makanan berbahan dasar sorgum dipamerkan dalam lomba pembuatan kue di desa Playen, Gunung Kidul. Olahan makanan yang dibuat pun bervariasi mulai dari pizza, klepon, apem, kue lapis, pastel, yangko, bakpia, bahkan kue tart, dan masih banyak lagi. Lomba membuat kue berbahan dasar sorgum ini sengaja diselenggarakan oleh para ibu-ibu dari desa Playen karena lahan pertanian di desa ini sebelumnya digunakan sebagai demo penanaman sorgum yang benihnya berasal dari hasil riset iptek nuklir yang dikembangkan BATAN.

Jakarta - Berkaitan dengan berbagai isu tentang ketidakpastian pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia, Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) dan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) mendesak pemerintah agar segera memanfaatkan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia. Hal ini dikarenakan krisis listrik di Indonesia sudah di depan mata. Salah satu solusi yang dapat memenuhi kebutuhan listrik Indonesia yang semakin meningkat adalah dengan memanfaatkan PLTN.

"Kami tidak akan membiarkan pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan listrik, sementara ada solusi tepat untuk mengatasinya. Kami juga perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa kesan umum tentang besarnya dampak kecelakaan Chernobyl dan Fukushima adalah terlampau berlebihan," kata Ketua MPEL Budi Sudarsono, pada acara Temu Media, Senin (27/04/2015).

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir bertekad untuk mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Nasir tidak ingin pembangunan PLTN di Indonesia tertunda apalagi batal, sehingga kalah bersaing dari negara-negara seperti Bangladesh dan Vietnam. 

“Kalau tidak bangun sekarang, nanti kalah bersaing. Bangladesh sudah bangun, Vietnam juga bangun. Kalau Indonesia tidak membangun, jadi negara terbelakang,” kata dia usai menghadiri perayaan Dies Natalis Universitas Negeri Semarang di kampus Sekaran, Semarang, Senin (30/3/2015).