PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

Jakarta - Berkaitan dengan berbagai isu tentang ketidakpastian pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia, Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) dan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) mendesak pemerintah agar segera memanfaatkan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia. Hal ini dikarenakan krisis listrik di Indonesia sudah di depan mata. Salah satu solusi yang dapat memenuhi kebutuhan listrik Indonesia yang semakin meningkat adalah dengan memanfaatkan PLTN.

"Kami tidak akan membiarkan pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan listrik, sementara ada solusi tepat untuk mengatasinya. Kami juga perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa kesan umum tentang besarnya dampak kecelakaan Chernobyl dan Fukushima adalah terlampau berlebihan," kata Ketua MPEL Budi Sudarsono, pada acara Temu Media, Senin (27/04/2015).

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir bertekad untuk mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Nasir tidak ingin pembangunan PLTN di Indonesia tertunda apalagi batal, sehingga kalah bersaing dari negara-negara seperti Bangladesh dan Vietnam. 

“Kalau tidak bangun sekarang, nanti kalah bersaing. Bangladesh sudah bangun, Vietnam juga bangun. Kalau Indonesia tidak membangun, jadi negara terbelakang,” kata dia usai menghadiri perayaan Dies Natalis Universitas Negeri Semarang di kampus Sekaran, Semarang, Senin (30/3/2015). 

(Jakarta, 24 Februari 2015). Dalam rangka memberikan cakrawala berpikir mengenai teknologi nuklir, MAN Babakan Lebaksiu Kabupaten Tegal berkunjung ke Gedung Perasten, Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) BATAN di Kawasan Pasar Jumat Jakarta Selatan.

Peserta terdiri dari 160 siswa dan 7 orang guru pendamping. Kepala MAN Babakan Lebaksiu, Imam Syafi’i berharap kunjungan ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang nuklir yang masih identik dengan sesuatu yang membahayakan. “Dari materi kunjungan ini, siswa mendapat pemahaman tentang teknologi nuklir dan dapat memberikan apresiasi yang lebih sehingga anak – anak kami bisa menjadi lebih paham bagaimana pengembangan teknologi yang lebih baik untuk bangsa ini”. Kata Imam Syafi’i, dalam sambutannya.

Jakarta (04/02/2015). Dalam rangka mensosialisasikan dan memberikan pemahaman terhadap penerapan budaya keselamatan, untuk pertama kalinya Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat K3, Rabu (04/02/2015). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Batan ini diselenggarakan dalam rangkaian acara Lokakarya K3 Batan 2015.

CIAWI BOGOR (26/11/2014). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Republika Online (ROL) menggelar pelatihan jurnalistik bagi pegawai BATAN, Selasa (25/11). Sebanyak 30 peserta hadir mengikuti pelatihan yang digelar di Jambuluwuk, Ciawi, Bogor.