PUSAT DISEMINASI DAN KEMITRAAN
LAYANAN KUNJUNGAN
BEBAS BIAYA TANPA SUAP,PUNGLI DAN NO GRATIFIKASI

(Sidoarjo, 23/07/2019). Duta Besar RI untuk Austria, Darmansjah Djumala, memotivasi para petani Kabupaten Sidoarjo untuk berlomba – lomba menunjukkan hasil pertanian dengan memanfaatkan teknologi nuklir. Jika petani Sidoarjo sukses memanfaatkan padi varietas BATAN, ia berjanji akan mengundang petani Sidoarjo untuk menceritakan kisah sukses mereka di tingkat internasional, melalui Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/ IAEA).

“Saya tantang petani disini, siapa yang berhasil meningkatkan produksi dengan memanfaatkan varietas Sidenuk dan Mugibat, saya undang untuk bicara di Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) melalui IAEA di Wina, Austria, agar membuka mata internasional tentang kisah sukses nyata pertanian Indonesia melalui aplikasi nuklir,” ucap Djumala saat menemui para petani di Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (23/07).

(Jakarta, 12/07/19). Liburan sekolah identik dengan piknik atau berlibur ke sejumlah objek wisata lainnya. Namun, apa yang dilakukan oleh siswa-siswa SMK Taman Siswa 2 Jakarta ini patut untuk diapresiasi. “Kami berinisiatif untuk melakukan kunjungan ke BATAN sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sehingga liburan sekolah tidak hanya diisi dengan kegiatan yang sifatnya rekreasional tetapi juga bermanfaat bagi para siswa,” tutur Fuad Rahmansyah, perwakilan Kepala SMK Taman Siswa 2 Jakarta pada hari kamis (11/07).

Sebanyak 50 orang yang berkunjung merupakan siswa-siswa kelas 12 jurusan instalasi tenaga listrik dan teknik kendaraan ringan, guru pendamping, serta perwakilan Kepala Sekolah. Dalam kunjungan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan iptek nuklir serta beberapa produk-produk hasil litbang BATAN.     

(Jakarta, 12/07/2019). Hasil litbang Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dinilai sudah cukup baik, namun untuk pemanfaatannya diperlukan kerjasamanya dengan pihak lain. Contohnya, varietas padi unggul dapat diaplikasikan kepada para petani setelah dilakukan kerja sama dengan Kementerian Pertanian.

“Jadi kerja sama lintas kementerian/lembaga (K/L)-nya harus jalan,” kata Setyo Adhie, salah seorang pengunjung stand BATAN pada Pameran AgriVaganza 2019.

Lebih lanjut Adhie mengatakan, sekarang ini masing-masing K/L masih terlihat berjalan sendiri-sendiri. Diharapkan kedepan paling tidak muncul kerja sama lintas K/L, sehingga ada efisiensi, baik efisiensi anggaran maupun peralatan yang dapat digunakan oleh para petani.

Selain itu, kata Adhie, program litbang nuklir BATAN juga diharapkan mampu beradaptasi pada era industri 4.0 yang melibatkan generasi milenial.

AgriVaganza 2019 digelar dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian Ke-47 yang diperingati setiap tanggal 21 Juni dan dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono, Kamis (11/07). Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari (11-13 Juli 2019) ini, diselenggarakan di halaman Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jl. Harsono RM, Ragunan.

(Kulon Progo, 05/07/19); Petani cabai, bawang dan semangka Kulon Progo siap manfaatkan fitosan sebagai Growth Promotor tanaman dan Inokulan Konsorsia Rhizosfer (IMR) untuk bioremediasi lahan. Kegiatan demontrasi plot (demplot) ini merupakan kerjasama BATAN dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Demplot akan dilaksanakan dilahan seluas ±1 Ha² didesa Gotakan dan Garongan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan demplot dimulai Juli-September 2019. Kegiatan demplot akan dibagi menjadi empat bagian;  penggunaan fitosan, penggunaan IMR, campuran fitosan dan IMR, dan kontrol. Kegiatan demplot fitosan dan IMR ini sekaligus merupakan persiapan kunjungan Forum for Nuclear Coorperation in Asia (FNCA) meeting, rencananya para peserta dari 15 negara akan meninjau lokasi demplot pada tanggal 5 September 2019 mendatang.

(Jakarta, 04/07/2019). Komunitas guru SD dan SMP Malang mengunjungi fasilitas nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Kamis (04/07). Kunjungan ini dijadikan sebagai sarana menghilangkan rasa penasaran dan keingintahuan terhadap iptek nuklir, karena selama ini mereka mendapatkan informasi bahwa nuklir itu sangat berbahaya dan menakutkan.

“Awalnya teman-teman ragu untuk berkunjung ke BATAN, namun setelah saya jelaskan bahwa nuklir itu, meskipun memang berbahaya, tetapi banyak manfaatnya. Akhirnya mereka mau juga,” kata Rahayu, salah seorang anggota rombongan.

Ketua rombongan, Sujarno dalam sambutannya mengatakan, mereka juga merupakan alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Blitar angkatan Tahun 2980 yang sedang melakukan kunjungan ke Jakarta. BATAN merupakan salah satu obyek yang mereka kunjungi.