Slide item 5
Slide item 1

Pusat Reaktor Serbaguna (PRSG)

Dibangun untuk mendukung sarana penelitian dan pembuatan radioisotop

Slide item 2

Ruang Kendali Utama PRSG

Dalam ruang inilah sistem operasi reaktor dikendalikan

Slide item 3

Detektor Paparan Radiasi yang terpasang di dinding reaktor bagian dalam

Slide item 4

Teras Reaktor

Slide item 6

Maklumat Pelayanan PRSG

IKM 2018 : 3,47

IKM / September 2019 : 3,59

Jumlah Laporan Pengaduan / Oktober 2019 : 0

(Serpong 21/11/2019) Short Notice Inspection atau biasa disebut SNI merupakan kegiatan inspeksi seifgard untuk melakukan verifikasi kebenaran laporan yang diberikan dari MBA (Material Balance Area) kepada BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) atau IAEA (International Atomic Energy Agency). Indonesia telah menandatangi perjanjian NPT (Nuclear Non-Proliferation Treaty), maka dari itu BATAN khususnya PRSG (Pusat Reaktor Serba Guna) sebagai penerima dan pengguna bahan bakar, wajib melaksakan seifgard pertanggungjawaban dan pengendalian bahan nuklir. Pada 19 November hingga 20 November 2019, inspektur BAPETEN dan IAEA melakukan inspeksi SNI atau inspeksi dadakan di PRSG. Disebut inspeksi dadakan karena IAEA menghubungi pihak BAPETEN dan PRSG setelah mendarat di Indonesia, sehingga persiapan dokumen-dokumen pertanggungjawaban dan pengendalian bahan nuklir disiapkan kurang lebih dua jam.

Inspektur dari BAPETEN berjumlah 4 orang yang diketuai oleh Kusbandono, sedangkan dari IAEA berjumlah 2 orang yaitu Emil Farkas dan Giuseppe Giaveri. Kegiatan inspeksi ini diterima oleh subbidang akuntansi bahan nuklir yang dipimpin oleh Mochammad Imron. Pada hari pertama, kegiatan dimulai pukul 9 pagi dengan disambut langsung oleh Kepala Pusat PRSG R. Heru Umbara. Kemudian melakukan cek dokumen dan mengecek fisik bahan nuklir segar (yang belum teriradiasi). Melakukan cek bahan nuklir ke PT Inuki gedung 10, karena pencatatan dan pelaporan bahan nuklir masih satu MBA dengan PRSG. Selain ke PRSG, inpsektur IAEA dan BAPETEN juga melakukan pertemuan ke PTLR. Kegiatan dihari kedua, masih melakukan cek fisik bahan nuklir teriradiasi baik yang di teras maupun spent fuel. Setelah tidak ada masalah baik secara dokumen maupun fisik bahan nuklir IAEA berpamit pulang. Di sesi penutupan, Emil Farkas menyampaikan ucapan terimakasih atas pelayanan inpeksi SNI kepada BATAN maupun BAPETEN. (Fami)

(Serpong, 07/11/2019) Reaktor riset nuklir terbesar di Indonesia, Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) yang dioperasikan oleh Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) baru saja dilakukan refueling atau penggantian elemen bakar nuklir yang berlangsung mulai tanggal 3 Oktober 2019 sampai dengan 23 Oktober 2019.

Kegiatan refueling elemen bakar nuklir yang mengandung elemen radioaktif berupa Uranium-235 dilakukan oleh Supervisor dan Operator Reaktor, didampingi oleh Petugas Keselamatan Operasi Reaktor dan Petugas Proteksi Radiasi. Dalam melakukan kegiatan refueling ini, para operator dan supervisor dituntut untuk melakukan kegiatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan teliti, hati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan.




Visitor Counter

Flag Counter