Dirgahayu RI 75

Dirgahayu Republik Indonesia ke- 75

Jaya lah Terus Indonesia.

Prevent The Spread of covid-19

Prevent The Spread of covid-19

Informasi Corona Covid-19

Informasi Corona Covid-19

Manajemen
Slide item Anti Korupsi
Selamat Hari Raya Idul Adha

Sodales commodo et nulla donec sed erat dolor!

Etiam diam magna; porta sed gravida vel, molestie non lacus. Donec laoreet est vitae enim hendrerit egestas.

Reno & Thyroid
Pembangunan Iradiator Gamma MP
Selamat Datang  Bulan Ramadan 1441H

Selamat Datang Bulan Ramadan 1441 H

Happy Idul Fitri

Selamat hari Raya Idul Fitri 1441H!

Keluarga Besar PRFN Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

(Jakarta, 18/11/2020) Aplikasi teknologi nuklir telah dimanfaatkan secara luas, mulai dari bidang industri, kesehatan, pangan, sumber daya alam dan lingkungan. Bidang industri dan kesehatan termasuk yang paling banyak memanfaatkan teknologi nuklir. Lantas, apa saja manfaat dari teknologi nuklir di kedua bidang ini?

Jika diperhatikan, keduanya hampir memiliki kemiripan manfaat. Di bidang industri, misalnya, teknologi nuklir digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa tanpa harus membongkar pipa atau menghentikan proses produksi. Sedangkan di bidang kesehatan, teknologi nuklir diantaranya digunakan untuk mendeteksi penyakit seperti kanker atau tumor.

(Tangsel, 27/10/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ditunjuk menjadi koordinator dalam pengembangan teknologi Sistem Pemantauan Radiasi untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRKK) selama tahun 2020 - 2024. SPRKK merupakan sebuah sistem yang terintegrasi yang bertujuan untuk memantau adanya radiasi di beberapa lokasi.

SPRKK ini nantinya akan ditempatkan di beberapa pintu masuk wilayah Indonesia yang betujuan untuk memantau adanya keluar masuk zat radioaktif atau barang yang terkontaminasi zat radioaktif. Melalui pengembangan teknologi ini, nantinya dapat dipantau tingkat radiasi di lokasi tertentu, baik di lingkungan ataupun di lokasi  yang memiliki nilai strategis terkait dengan keselamatan dan keamanan masyarakat.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, penggunaan zat radioaktif di Indonesia untuk berbagai kepentingan telah berkembang pesat, untuk itulah perlu dilakukan pengawasan terhadap lalu lintas zat radioaktif tersebut. “Sistem pemantau ini diharapkan nanti bisa menjadi sistem yang dapat mencegah atau memberikan alarm secara dini jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan, terkait dengan adanya sumber radiasi,” jelas Anhar, pada acara konferensi pers terkait Prioritas Riset Nasional untuk sistem pemantauan radiasi, di Auditorium Gd. 71 kawasan nuklir Serpong, Tangerang Selatan (27/10).

28 Juli 2020 Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO) mengadakan sosialisasi dan penyegaran jabatan fungsional perekayasa secara online. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan Jabatan Fungsional Perekayasa kepada pegawa-pegawai baru dan penyegaran informasi kepada pegawai senior.

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala batan, Anhar Riza Atariksawan, Plt Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir (PTN), Hendig Winarno, dan seluruh pejabat fungsional perekayasa di Batan. Dalam acara ini mengundang ketua pengurus pusat Himperindo, nyoman jujur.

(FPP)

(Jakarta, 28/07/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) menggelar Focus Group Disscussion (FGD) secara daring terkait kegiatan pembuatan Sistem Pemantau Radiasi untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRKK), Kamis (23/07). FGD ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kegiatan pembuatan SPRKK.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, sejak tahun 2020 hingga 5 tahun mendatang, BATAN diberi tugas oleh pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai koordinator untuk tiga kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN). “Ada tiga judul prioritas riset nasional dimana BATAN sebagai penanggung jawabnya,” ujar Anhar.

Ketiga judul PRN tersebut jelas Anhar yakni, kesiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) skala komersial, pengembangan radiosiotop dan radiofarmaka, dan SPRKK. Dari ketiga PRN tersebut, PRFN ditugaskan untuk terlibat dalam pembuatan SPRKK.

(Jakarta, 23/07/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) hilirkan produk litbangnya dengan menggandeng PT. Sarandi Karya Nugraha. Hal ini diwujudkan dalam penandatanganan naskah kerja sama antara BATAN melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) dan PT. Sarandi Karya Nugraha melalui video conference, Rabu (22/07).

Presiden Direktur PT. Saranda Karya Nugraha, Isep Gojali mengatakan, penandatanganan naskah kerja sama ini yang kedua kalinya dilakukan, sebelumnya pada tahun 2015 - 2017  kerja sama terkait pembuatan alat Renograf yang berfungsi untuk mendeteksi fungsi ginjal. "Penandatanganan naskah kerja sama ini merupakan perpanjangan dari kerja sama sebelumnya, dalam kerja sama hilirisasi produk litbang BATAN ini kendalanya adalah mendapatkan izin edar," kata Isep Gojali.