HUT RI 76

Sodales commodo et nulla donec sed erat dolor!

Etiam diam magna; porta sed gravida vel, molestie non lacus. Donec laoreet est vitae enim hendrerit egestas.

WBK PRFN

Sodales commodo et nulla donec sed erat dolor!

Etiam diam magna; porta sed gravida vel, molestie non lacus. Donec laoreet est vitae enim hendrerit egestas.

Background WBK
Prevent The Spread of covid-19

Prevent The Spread of covid-19

Informasi Corona Covid-19

Informasi Corona Covid-19

Manajemen
Slide item Anti Korupsi
Reno & Thyroid
Pembangunan Iradiator Gamma MP
Marhaban Ya Ramadhan

(Serpong, 18/08/2021) Sudah bukan zamannya lagi pemerintahan yang sarat dengan KKN, tidak transparan, produktivitas rendah, atau pelayanan publik yang buruk. Reformasi birokrasi (RB) lahir untuk memperbaiki kondisi itu, menuju tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Sebagai bagian dari Pemerintah, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah memulai kegiatan RB sejak tahun 2012, khususnya di Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung reformasi birokrasi.

“Ada 3  Sasaran RB. Kesatu, mewujudkan pemerintahan yang bersih. Kedua, efektif dan efisien. Dan ketiga, pelayanan publik yang berkualitas,” semua sasaran tersebut sedang diwujudkan oleh Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) melalui program pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sosialisasi RB keseluruh pegawai bertujuan agar seluruh pegawai dapat mengerti, menerapkan komitmen bersama, dan memikul tanggung  jawab bersama-sama untuk melaksanakan RB, mulai dari level pimpinan hingga pegawai lapisan paling bawah.

Oleh karena itu Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) terus berupaya mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik dan mencegah terjadinya tindakan korupsi. Menindaklanjuti hal tersebut Kristedjo Kurnianto selaku Kepala PRFN tengah mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)  dengan tema AKSELATOR yaitu: AKuntabel dalam bekerja, SElalu melapor Tindakan gratifikasi, LEbih proaktif dalam peningkatan produktifitas kerja, RAmah, professional, cepat, dan tepat dalam melaksanakan pelayanan, TOlak tindakan korupsi, Kolusi, nepotisme dan Raih lingkungan kerja yang berintegritas pada tahun 2021. (FPP)

Serpong – Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) terus berupaya mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik dan mencegah terjadinya tindak korupsi. Menindaklanjuti hal tersebut Kristedjo Kurnianto selaku Kepala PRFN tengah mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2021.

Pencegahan korupsi tidak cukup dengan membangun sistemnya dan menangkap pelakunya, tetapi dibutuhkan akhlak dan perilaku yang baik dari diri kita masing-masing. Etika akhlakul yang baik sangat dibutuhkan, sebab pelaku korupsi bukan orang yang tidak tahu hukum tetapi tidak punya etika akhlakul yang baik.

Oleh karena itu PRFN mencanangkan pembangunan zona integritas dengan tema AKSELATOR yaitu: AKuntabel dalam bekerja, SElalu melapor Tindakan gratifikasi, LEbih proaktif dalam peningkatan produktifitas kerja, RAmah, professional, cepat, dan tepat dalam melaksanakan pelayanan, TOlak tindakan korupsi, Kolusi, nepotisme dan Raih lingkungan kerja yang berintegritas, ujar kristedjo.

Pembangunan Zona Integritas dianggap sebagai role model reformasi birokrasi dalam menegakkan integritas dan pelayanan berkualitas. Pembangunan zona integritas menjadi aspek penting dalam pencegahan korupsi di instansi pemerintah khususnya di Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN)-BATAN. (FPP)

(Tangsel, 14/06/2021) Pembangunan Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) oleh Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kini memasuki tahapan baru yakni memulai pekerjaan konsultasi perancang AEET. Hal ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara PRFN dengan PT. Patroon Arsindo di Kawasan Nuklir Serpong.

Tujuan BATAN membangun AEET, tidak hanya saja berfungsi dalam rangka mengaplikasikan energi nuklir. Namun juga untuk kemaslahatan manusia dan back up IGMP. Sehingga proses Pengawetan,sterilisasi dapat dilakukan secara terus-menerus dan memenuhi target untuk kesejahteraan masyarakat.

pembangunan AEET yang telah direncanakan dari tahun lalu telah memulai tahap baru yakni tahap perancangan pembangunan yang dikerjakan oleh PT. Patroon Arsindo. Pembangunan AEET sangat besar dana yang digunakan, sehingga PRFN mengajukan  dana dari Suku Bunga Syariat Nasional (SBSN). Tahap pekerjaan konsultasi perancangan AEET diharapkan selesai pada tanggal 21 september 2021, sehingga bisa dilanjutkan tahap proses konstruksi. (FPP)

(Tangsel, 14/06/2021) Pembangunan Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) oleh Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kini memasuki tahapan baru yakni memulai pekerjaan konsultasi perancang AEET. Hal ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara PRFN dengan PT. Patroon Arsindo di Kawasan Nuklir Serpong, Senin (14/06).

AEET merupakan fasilitas yang mempunyai nilai penting bagi masyarakat terutama untuk kegiatan pengawetan bahan makanan, obat herbal, dan sterilisasi alat-alat kesehatan. Saat ini BATAN telah memiliki fasilitas dengan fungsi serupa yakni iradiator gamma merah putih (IGMP) yang mulai dioperasikan sejak tahun 2017.

Perbedaan kedua fasilitas ini terletak pada sumber radiasinya. IGMP memancarkan radiasi yang berasal dari bahan nuklir yakni Cobalt-60 (Co-60), sedangkan AEET sumber radiasinya diciptakan dari medan listrik.

(Tangerang Selatan, 31/03/2021) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) menggelar Focus Group Disscussion (FGD) Nasional secara daring terkait kegiatan pembuatan Sistem Pemantau Radiasi untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRKK), rabu (30/03). FGD ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kegiatan pembuatan SPRKK sehingga dapat mensinergikan tahapan-tahapan proses penyelenggaraan PRN.

Dalam FGD ini dihadiri oleh perwakilan BATAN, BAPETEN, BMKG, PT. Len dan dimoderatori oleh Dr. I Putu Susila. Untuk tahun ini SPRKK memili 6 WBS yakni WBS 1 Sistem Informasi SPRKK Skala Nasional, WBS 2 Model Radiasi di Lingkungan, WBS 3 Deteksi Zat Radioaktif, WBS 4 Kajian peraturan, WBS 5 Metereologi, WBS 6 Standarisasi. Oleh karena itu masing perwakilan tersebut memaparkan perkembangan, usulan team tahun 2021 dan konsep sesuai WBS yang telah disepakati Bersama.

 

SPRKK merupakan sebuah system yang terintegrasi yang terdiri dari Radiation Portal Monitor (RPM), Monitor Lingkungan dan meteorology yang dikelola secara nasional dan bertujuan untuk mendeteksi suatu radiasi yang berada di lingkungan atau suatu barang sehingga menjamin keamanan dan keselamatan seluruh masyarakakt Indonesia. SPRKK untuk tahun ini lebih focus ke RPM, Monitor Lingkungan, Lab Prototipe Simulasi data meteorology yang berskala nasional sesuai standar, layak industry, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ujar Kristedjo pada saat pembukaan FGD Nasional Sistem Pemantauan Radiasi untuk Keselamatan dan Keamanan.

 

Harapannya setelah mengadakan FDG Nasional SPRKK ini kedepannya kerja sama dan kordinasi masing-masing WBS kegiatan berjalan lancar sehingga target tahun ini yang sudah ditentukan dapat tercapai dan pertemuan kordinasi selanjutnya dapat melibatkan Pejabat Tinggi Pratama (PTP) masing-masing perwakilan, ujar Kristedjo. (FPP)