Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Tangerang Selatan, 21/10/2020)

Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) kedatangan dari sekelompok wartawan. Pada kunjungan tersebut para wartawan dijelaskan mengenai produk litbang PTRR, kegiatan penelitian dan fasilitas yang dimiliki oleh PTRR.

Dalam kesempatan ini, Pemandu memaparkan dengan detail bahwa PTRR-BATAN saat ini sedang mengembangkan produksi radioisotop dan radiofarmaka untuk penanganan penyakit kanker, baik untuk diagnosis maupun untuk terapi yang banyak dibutuhkan di dalam negeri. Selama kunjungan banyak terjadi diskusi antara peserta dengan pemandu. Konfensi pers diakhiri dengan memberikan kesempatan kepada para awak media yang hadir untuk mengunjungi dan melihat secara langsung laboratorium PTRR-BATAN terutama fasilitas hotcell yang ada di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan. -hp-

(Serpong, 20/10/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendapatkan penugasan dari pemerintah sebagai koordinator dalam 3 kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024, dimana salah satunya di bidang kesehatan, yakni pengembangan radioisotop dan radiofarmaka.  Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan bahwa 5 jenis produk radioisotop dan radiofarmaka untuk kesehatan ditargetkan BATAN akan terealisir dalam kurun waktu 2020 - 2024.

 “Mengapa radioisotop dan radiofarmaka? Ada dua manfaat penggunaan radioisotop dan radiofarmaka dalam kedokteran nuklir, yaitu untuk diagnostik dan untuk terapi, misalnya untuk penyakit kanker, dimana saat ini penggunaannya terus berkembang dan prospeknya makin meningkat,” demikian disampaikan oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan dan diikuti pula secara daring melalui aplikasi meeting, Selasa (20/10).

(Jakarta, 07/10/2020). Indonesia memiliki 3 reaktor riset, salah satunya Reaktor G.A Siwabessy yang dimanfaatkan untuk memproduksi radioisotop. Radioisotop tidak hanya digunakan untuk kesehatan, namun juga industri dan lingkungan.

“Radiasi memiliki ciri khas tidak mengubah sifat fisika atau kimia dari benda yang dideteksi,” ungkap peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Sugiharto, pada webinar bertajuk Aplikasi Teknologi Nuklir dalam Bidang Industri dan Lingkungan, yang disiarkan live melalui konferensi video Zoom dan YouTube Humas BATAN, Selasa (06/10).

Ia memaparkan, aplikasi teknik nuklir di bidang industri terbagi menjadi 2 teknik, yakni teknik sumber tertutup dan teknik sumber terbuka.

Teknik sumber tertutup terdiri dari teknik radiografi, teknik gamma scanning, teknik gamma tomography, dan teknik neutron backscattering. Sedangkan teknik sumber terbuka biasa disebut dengan radiotracer atau perunut radioaktif.

Tangerang Selatan (6/10/2020) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) kembali menyelenggarakan Webinar Series 6 Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka serta Pemanfaatannya dengan Tema "Aplikasi Teknologi Nuklir Dalam Bidang Industri dan Lingkungan". Webinar diselenggarakan pada 6 Oktober 2020 pukul 08.30-12.00 WIB diikuti secara online oleh sekitar 634 peserta baik melalui aplikasi Zoom maupun Live Streaming Youtube.

Pada webinar kali ini hadir sebagai pembicara Dr. Sugiharto, MT yang merupakan Peneliti Ahli Madya, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-BATAN  yang menyampaikan tema Aplikasi Teknologi Nuklir Radioisotop Dalam Bidang Industri, Ahamd Yani, S T Manager Driling Planning & Support, Pertamina Geothermal Energy yang menyampaikan maetri Peran Penting Teknologi Dalam Percepatan Pengembangan Energi Geothermal di Indonesia, Drs. Syarbaini, MT. Peneliti Ahli Utama, Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN yang menyampaikan materi Aplikasi Radioisotop Dalam Industri Perminyakan, Prof. Dr. Heny Suseno Peneliti Ahli Utama Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR)-BATAN yang menyampaikan materi Aplikasi Radioisotop Dalam Bidang Lingkungan, Radiotracer Untuk Limbah Mikro Plastik dan sebagai moderator Indra Saptiama, M. Sc peneliti muda Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR).

(Jakarta, 29/09/2020). Teknologi nuklir telah dimanfaatkan di berbagai sektor kehidupan, salah satunya kesehatan. Pemanfaatan radioisotop di bidang kesehatan telah banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi penyintas kanker. Salah satu keuntungan dari radioisotop yaitu sebagai radiotracer atau perunut dalam menemukan lokasi yang terjangkiti oleh penyakit kanker. Selain itu, radioisotop juga dapat digunakan untuk pengembangan pembuatan obat.

“Radionuklida atau biasa disebut juga radioisotop adalah isotop yang memancarkan radiasi untuk mencapai kestabilannya. Radiasi tersebut yang menjadikan masing-masing radioisotop memiliki karakteristik yang khas, sehingga dapat digunakan sebagai radioaktif perunut atau radiotracer,” ungkap peneliti Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Herlan Setiawan, pada webinar seri – 5 bertajuk Development and Production of Radiotracers for Medical Applications, melalui konferensi video Zoom dan YouTube Humas BATAN, Selasa (29/09).

Dari cara terbentuknya radioisotop, prosesnya dapat dibagi menjadi 2 cara, yaitu secara alami dan buatan. Radioisotop buatan dapat diproduksi menggunakan reaktor nuklir maupun akselerator/cyclotron.



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id