Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

Proses liofilisasi (lyophilization) dikenal pula dengan istilah freeze drying (pengeringan beku). Proses liofilisasi adalah proses pengeringan suatu zat dari kondisi beku. Zat pelarut diubah dikeluarkan dari kondisi beku melalui proses sumblimasi. Proses ini ditemukan pada tahun 1906 oleh Arsene d'Arsonval dan asistennya Frederic Bordas di laboratorium biofisika College de France di Paris. Pada tahun 1911, Downey Harris dan Shackle mengembangkan metode pengeringan beku untuk penyimpanan virus rabies hidup sehingga sangat bermanfaat pada pengembangan vaksin antirabies pertama.

Pengeringan beku modern dikembangkan selama Perang Dunia II. Serum darah dikirim ke Eropa dari AS untuk perawatan medis memerlukan pendinginan agar tidak rusak. Namun karena kurangnya pendinginan selama pengangkutan, banyak persediaan serum rusak sebelum mencapai tujuan. Proses pengeringan beku dikembangkan sebagai teknik yang memungkinkan serum dapat terjaga agar tidak rusak tanpa harus didinginkan. Tak lama kemudian, proses ini digunakan pula pada bahan bahan lain seperti antibiotic penisilin dan juga tulang. Sejak saat itu, pengeringan beku telah digunakan sebagai teknik penyimpanan berbagai macam produk seperti makanan dan obat-obatan. Liofilisasi telah menjadi teknologi yang penting untuk penyimpanan bahan bahan biologis.

Ada empat tahap dalam proses pengeringan beku yaitu: pretreatment, pembekuan, pengeringan primer, dan pengeringan sekunder.

 Pretreatment

Pretreatment / perlakuan awal adalah perlakuan perlakuan produk sebelum proses pembekuan termasuk di dalamnya adalah penambahan zat tambahan yang diperlukan. Perlakuan ini misalnya adalah penambahan zat tambahan untuk meningkatkan stabilitas produk dan zat untuk menurunkan tekanan uap pelarut jika terlalu tinggi. Termasuk di dalam pretreatment adalah langkah langkah untuk meningkatkan atau memperluas permukaan agar proses pengeringan lebih mudah.

 Pembekuan

Proses pembekuan dilakukan dengan menurunkan temperatur sampai di bawah titik beku. Penurunan temperature ini sebaiknya di bawah triple point zat. Triple point adalah temperature dimana zat dalam bentuk padat, cair dan uap dapat coexist. Untuk air, triple point pada temperature 0.01C pada tekanan 0.6 kPa (0.06 atm). Hal ini untuk memastikan bahwa proses selanjutnya adalah proses sublimasi, bukan proses penguapan dari fasa cair.

Proses pembekuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan pendinginan mekanik, pendinginan menggunakan dry ice di dalam methanol serta menggunakan nitrogen cair. Untuk proses dalam skala besar, proses pembekuan biasanya dilakukan melalui pendinginan secara mekanik.

 Pengeringan primer

Pada fase pengeringan primer, tekanan diturunkan (sampai kisaran beberapa milibar), dan diberikan pasokan panas ke material untuk proses sublimasi. Jumlah panas yang diperlukan dapat dihitung dengan menggunakan panas sublimasi molekul. Pada fase pengeringan primer ini, sekitar 95% pelarut atau air dalam material disublimasikan. Fase ini biasa memerlukan waktu relatif lama (bisa beberapa hari). Pada tahao ini perlu untuk diperhatikan bahwa jika terlalu banyak panas ditambahkan, struktur material dapat diubah. Ini kondisi yang tidak diharapkan dalam proses ini.

 Pengeringan sekunder

Fase pengeringan sekunder bertujuan untuk menghilangkan molekul air atau pelarut yang tersisa tidak dalam bentuk zat beku. Es atau padatan pelarut telah dikeluarkan pada fase pengeringan primer. Pada fase ini, suhu dinaikkan lebih tinggi dari pada fase pengeringan primer, dan bahkan dapat berada di atas 0°C untuk air, untuk memutus interaksi fisiko-kimia yang terbentuk antara molekul air dan bahan. Setelah proses pengeringan selesai, ke dalam, ruang vakum dimasukkan gas stabil / inert seperti nitrogen. Melalui proses ini dapat diperoleh produk dengan kandunga air yang rendah, secara umum kisaran 1-4%. Untuk material dalam jumlah kecil, kandungan air dapat kurang dari nilai tersebut.

 PROSPEK

 Bidang Farmasi

Dalam proses produksi radiofarmaka, metode ini digunakan dalam proses pembuatan kit radiofarmaka kering. Larutan hasil formulasi dikeringkan melalui proses liofilisasi. Kit radiofarmaka dalam kondisi kering ini dapat bertahan lama dan mudah dalam proses rekonstitusi saat akan digunakan.

Perusahaan farmasi sering menggunakan pengeringan beku untuk meningkatkan umur simpan produk farmasi, termasuk sediaan biologi. Dengan mengeluarkan air dari bahan, produk tersebut menjadi mudah disimpan dan tahan lama, mudah dikirim, dan dapat dilarutkan kembali ke bentuk aslinya dengan mudah. Misalnya sediaan injeksi dapat disimpan dalam bentuk kering dan selanjutnya ditambahkan pelarut sebelum digunakan. Contoh penggunaan teknologi liofilisasi lainnya adalah untuk menghasilkan tablet atau wafer. Ini dapat memberikan keuntungan berupa penghematan eksipien, sifat sediaan yang cepat diserap oleh tubuh dan mudah diberikan ke pasien.

 Bidang Pangan

Di bidang pangan, teknologi liofilisasi dapat dimanfaatkan untuk pengawetan makanan dan bahan makanan. Pemanfaatan teknologi ini di bidang pangan menjadi terkenal saat digunakan pada pengeringan es krim (Freeze-dried ice cream). Es krim ini dapat disimpan pada suhu kamar tidak meleleh dan tetap lembut. Es krim ini pertama kali dikembangkan oleh whirpool coorperation bekerja sama dengan NASA dalam pengembangan makanan untuk para astronot. Saat in teknologi ini telah dimanfaatkan untuk beberapa kegunaan lain, misalnya untuk pembuatan buah buahan kering. Pengeringan buah buahan tersebut dapat dilakukan dilakukan melalui liofilisasi. Buah buah kering tersebut saat ini dapat dijumpai dengan mudah di pusat pusat perbelanjaan.



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id