Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

Teknologi radiotracer adalah teknologi untuk merunut keberadaan atau sebaran suatu zat atau senyawa tertentu dengan memanfaatkan radiasi yang dipancarkan oleh radioisotop. Proses sebaran atau pergerakan suatu senyawa dapat terjadi sebagai akibat dari proses fisika, proses kimia atau proses biologi. Di PTRR BATAN, sampai saat ini radiotracer lebih banyak dikembangkan untuk pemanfaatan dalam proses biologi.

Teknologi radiotracer dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: pemilihan senyawa bertanda, proses penandaan dan proses tracing atau uji biodistribusi untuk proses biologi di dalam tubuh hewan.

 Pemilihan senyawa bertanda

Senyawa bertanda ideal adalah senyawa bertanda dengan menggantikan salah satu atom di dalam senyawa asli dengan radioisotop unsur tersebut. Dengan demikian, senyawa bertanda memiliki sifat yang sama persis dengan senyawa asli. Suatu senyawa tersusun dari beberapa jenis unsur. Oleh sebab itu perlu dikaji unsur yang memiliki radioisotop dengan sifat atau waktu paro yang sesuai untuk tujuan tersebut. Ada beberapa unsur yang hanya memiliki radioisotop dengan waktu paro pendek. Dengan kondisi demikian, senyawa bertanda tidak dapat dipilih dari unsur tersebut.

Jika senyawa bertanda ideal tersebut tidak dapat dibuat, maka dibuat senyawa bertanda lain yang memiliki sifat yang hampir sama dengan senyawa tersebut. Gugus gugus tertentu dapat digantikan dengan suatu radioisotop sehingga memiliki sifat yang mirip. Untuk senyawa dengan ukuran besar, kinetika biologi atau farmakokinetika suatu senyawa secara umum tidak berubah dengan menambahkan suatu radioisotop dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari molekul aslinya. Oleh sebab itu, senyawa bertanda untuk molekul berukuran besar dapat dilakukan dengan mengikatkan suatu radioisotop ke dalam salah satu bagian atau gugus atom molekul tersebut.

Proses penandaan radioisotop

Proses penandaan radioisotop adalah proses untuk mengikatkan suatu radioisotop pada molekul tertentu. Proses penandaan secara umum dapat dibagi menjadi 2, yaitu penandaan pada saat proses sintesis dan penandaan setelah senyawa terbentuk. Contoh proses jenis pertama adalah proses penandaan senyawa contrast agent Gd-DTPA. Senyawa bertanda dibuat dalam bentuk 153Gd-DTPA. Proses penandaan 153Gd-DTPA dilakukan pada saat  proses sintesis dengan menggantikan bahan baku gadolinium menggunakan gadolonium mengandung radioisotop Gd-153.

Contoh proses kedua adalah proses pembuatan senyawa senyawa mengandung iodium. Beberapa senyawa mengandung iodium dapat ditandai dengan proses pertukaran isotop. Isotop stabil di dalam senyawa asli ditukar dengan iodium radioaktif, misalnya menggunakan I-131. Proses ini telah digunakan dalam penandaan MIBG dan hippuran. Akhir akhir ini penelitian tentang antibodi dan peptida banyak dilakukan. Peptida dan antibodi pun dapat ditandai dengan mengikatkan suatu radioisotop ke dalamnya. Beberapa antibodi dan peptida ditandai dengan memanfaatkan bifunctional chelating agent (BFCA).

Proses tracing

Proses tracing atau perunutan merupakan inti dari teknologi radiotracer ini,. Namun dari pengalaman selama ini, kunci keberhasilan dari proses tracing ini sangat ditentukan oleh proses pada tahap pemilihan senyawa bertanda dan proses penandaan. Proses tracing adalah proses percobaan untuk melihat pergerakan suatu senyawa atau unsur karena proses tertentu Seperti telah dijelaskan di atas, di PTRR-BATAN proces tracing lebih banyak dilakukan untuk proses proses biologi, baik process tracing secara in vivo menggunakan hewan percobaan maupun proses tracing secara in vitro menggunakan cell line.

Penandaan radioisotop ini bertujuan untuk membuat suatu senyawa yang dapat dengan mudah ditelusuri keberadaan dan pergerakannya. Suatu molekul mengandung radioisotop yang digunakan untuk menelusuri atau melacak pergerakan suatu senyawa atau gugus atom sering disebut dengan radioactive tracer atau radiotracer. Oleh sebab itu, teknologi penandaan radioisotop ini erat sekali dengan teknologi radiotracer. Teknologi radiotracer adalah teknologi pembuatan dan pemanfaatan radiotracer untuk berbagai tujuan, diantaranya sebagai perunut untuk proses fisika, proses kimia dan proses biologi. Teknologi radioactive tracer ini sangat bermanfaat dan mutlak diperlukan dalam proses drug development / pengembangan obat. Pada pengembangan obat, teknologi radioactive tracer digunakan dalam penelusuran ADME (absorption, distribution, metabolism dan excretion) suatu senyawa. Misalnya dalam pengembangan senyawa pengontras MRI berbasis gadolinium, penelusuran terkait dengan ADME senyawa tersebut dilakukan dengan menggunakan radioactive tracer Gd-153. Radioaktive tracer dengan struktur molekul yang sama persis dengan kondidat contrast agent dapat dilakukan melalui penggantian Gd dengan Gd-153 pada saat proses sintesis senyawa tersebut.

 PROSPEK

Teknologi radioactive tracer dapat dimanfaatkan untuk penelitian beberapa senyawa kandidat obat. PTRR-BATAN telah berhasil mengembangkan beberapa jenis radioisotop dan beberapa contoh radioactive tracer. Lembaga lembaga litbang atau perguruan tinggi yang sedang mengembangkan senyawa obat dan memerlukan data absorpsi, distribusi, metabolism dan ekskresi suatu senyawa dapat dilakukan menggunakan radioactive tracer. Penelitian ini diawali dengan penandaan suatu senyawa dengan radioisotop dan selanjutnya menggunakannya pada penelitian ADME. Titik penting yang sangat menentukan dalam kegiatan ini adalah proses penandaan. Ada beberapa senyawa yang dapat ditandai dengan relative mudah, namun ada pula senyawa senyawa yang tidak mudah ditandai dengan radioisotop.



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id