Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Jakarta, 05/12/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) akan meningkatkan penguasaan teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka melalui kerja sama dengan Kaken, salah satu lembaga riset Jepang. Kerja sama ini diwujudkan dengan penandatanganan naskah kerja sama kedua belah pihak di Mito, Jepang, Selasa (03/12).

Kepala PTRR, Rohadi Awaludin mengatakan, Kaken adalah perusahaan Jepang yg bergerak di bidang riset dan komersialisasi hasil riset, khususnya riset riset kimia. "Kaken tersusun dari 2 huruf kanji ka yg berarti kimia dan ken yang berarti riset. Termasuk di dalamnya adalah riset di bidang radioisotop," ujar Rohadi melalui pesan tertulisnya.

Kerja sama antar kedua institusi ini terjalin, menurut Rohadi, berawal dari adanya kesamaan pandangan bahwa teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka terus berkembang dan pemanfaatannya terus mengalami peningkatan, termasuk di Jepang dan di Indonesia. Kaken dan BATAN memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang radioisotop dan radiofarmaka. Jika pengetahuan dan pengalaman tersebut disinergikan maka akan diperoleh hasil yang sangat menguntungkan kedua belah pihak, bahkan bukan hanya kedua institusi namun bisa lebih luas lagi yaitu bagi Indonesia dan Jepang.

Rohadi menuturkan, kerja sama tersebut adalah kerja sama dalam pengembangan teknologi produksi radioisotop Teknesium-99m (Tc-99m) yakni radioisotop medis yang saat ini paling banyak dimanfaatkan utk diagnosis di kedokteran nuklir. "Kerja sama ini merupakan pengembangan generasi baru teknologi produksi radioisotop Tc-99m. Saat ini Teknesium-99m diproduksi menggunakan molibdenum-99 (Mo-99) hasil fisi dari Uranium. Teknologi ini masih menyisakan beberapa tantangan, diantaranya besarnya limbah radioaktif hasil fisi (radioactive fission waste) yang dihasilkan," tuturnya.

Sedangkan teknologi baru yang dikembangkan kedua belah pihak ini menggunakan molibdenum alam untuk memproduksi Mo-99, jadi tidak menggunakan uranium lagi. Limbah radioaktif yang dihasilkan pun sangat kecil dan bukan radioactive fission waste (RFW).

Untuk melaksanakan kerja sama tersebut, jelas Rohadi, PTRR dan Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) telah bersiap diri. PRSG menyiapkan fasilitas Iradiasi netron di PRSG untuk iradiasi molibdenum alam. PTRR juga menyiapkan fasilitas laboratotium dan sumber daya manusia (SDM), khususnya yang muda dalam melaksanakan kerjasama tersebut.

Kerja sama tersebut mulai tahun 2020 dilakukan dalam bentuk penelitian bersama dan berakhir pada 5 tahun mendatang. "Penelitian bersama akan banyak dilakukan di BATAN dengan memanfaatkan fasilitas produksi radioisotop PTRR dan reaktor nuklir GA Siwabessy. Melalui penelitian bersama ini, PTRR dapat meningkatkan kapasitas SDM karena penelitian banyak dilaksanakan di PTRR," jelasnya.

Melalui kerja sama ini, Rohadi berharap, terjadi peningkatan penguasaan teknologi, dalam rangka menyempurnakan teknologi yang telah dikuasai. Selain itu, hasil kerja sama ini diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

Selain penguasaan teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, kerja sama ini akan mampu menguatkan jejaring kerjasama BATAN di tingkat internasional. "Luasnya jejaring kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat penguasaan dan pendayagunaan teknologi radioisotop dan radiofarmaka di PTRR. Tidak hanya teknologi radioisotop Teknesium-99m, namun juga teknologi teknologi radioisotop dan radiofarmaka lain yg saat ini sedang dikembangkan di PTRR," harapnya.

Pada kesemapatan yang sama juga dilangsungkan penandatanganan naskah kerja sama antara BATAN dengan Nippon Advanced Information Service (NAIS), Jepang. NAIS merukan perusahaan teknologi di Jepang yang bergerak di bidang keselamatan nuklir dan radiasi, khususnya dalam pamanfaat teknologi informasi di bidang keselamatan nuklir dan radiasi.

"NAIS akan membantu dalam analisis keselamatan, khususnya dalam Iradiasi netron terhadap molibdenum alam di RSG. Mengingat kegiatan ini direncanakan Iradiasi molibdenum alam dalam jumlah besar, maka diperlukan analisis keselamatan terhadap Iradiasi mo dalam jumlah besar," pungkas Rohadi. (Pur)


tes


Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id