Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Jakarta, 02/11/2020) Kemampuan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam memproduksi radioisotop sudah dimiliki sejak tahun 60an tepatnya beberapa tahun setelah reaktor pertama dibangun, bahkan Indonesia sempat mengekspor produk radioisotopnya ke Singapore. Hal ini dikatakan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada pembukaan webinar yang bertajuk Sinergi Penelitian, Hilirisasi, Regulasi Radiofarmaka dan Alat Kesehatan di Indonesia, Selasa (01/12).

Kondisi ini menurut Anhar semakin menguat ketika Indonesia membangun Kawasan Nuklir Serpong yang didalamnya terdapat reaktor riset berkapasitas 30MW. “Dua pilar utama yang mendasari pembangunan Kawasan Nuklir Serpong yaitu bidang energi dan radioisotop, dimana keduanya bertumpu pada reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy,” ujar Anhar.

Dalam perkembangannya, produksi radioisotop khususnya untuk radiofarmaka mengalami pasang surut sehingga pasokan dalam negeri didominasi oleh produk impor hingga lebih dari 90%. Untuk meningkatkan produksi radioisotop dan radiofarmaka maka, BATAN mencanangkan program pengembangan yang dituangkan ke dalam prioritas riset nasional pada kurun waktu 2020-2024.

Selama kurun waktu 5 tahun tersebut, paling tidak menurut Anhar, terdapat 5 prototipe radiofarmaka yang akan diselesaikan dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat. “Namun demikian pengembangan radiofarmaka harus mengikuti berbagai macam persyaratan dan regulasi,” tambah Anhar.

Tangerang Selatan (1/12/2020) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) kembali menyelenggarakan Webinar Spesial HUT BATAN Ke-62 "Sinergi Penelitian, Hilirisasi, Regulasi Radiofarmaka dan Alat Kesehatan di Indonesia". Webinar diselenggarakan pada 1 desember 2020 pukul 08.30-12.00 WIB diikuti secara online oleh sekitar 417 peserta baik melalui aplikasi Zoom maupun Live Streaming Youtube.

Banyak narasumber dihadirkan dalam webinar kali ini, diantaranya Dr. apt. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, MARS Direktur Registrasi Obat, BPOM, Dr. I Gede Made Wirabrata, S.Si., Apt., M.Kes., M.M. Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Kemenkes RI, Riswal Nafi Siregar, M. Si Perekayasa Ahli Madya Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir-BATAN, Prof. Dr. dr. A. Hussein S. Kartamihardja, SpKN-TM(K).,MH.Kes., FANMB. Guru Besar Kedokteran Nuklir Universitas Padjajaran, Drs. Imam Fathorrahman, MM Direktur Pengembangan Bisnis PT. Kimia Farma dan Ishak, M.Si. Direktur Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, BAPETEN. Webinar dibuka oleh Kepala BATAN Prof. Dr. Ir. Anhar Riza Antariksawan. Sesi pertama diisi oleh Dr. apt. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, MARS Direktur Registrasi Obat, BPOM yang menyampaikan materi "Regulasi Registrasi Nomor Izin Edar untuk Produk Radiofarmaka", dilanjutkan oleh Dr. I Gede Made Wirabrata, S.Si., Apt., M.Kes., M.M. yang menyampaikan materi "Regulasi untuk Menunjang Kedokteran Nuklir di Indonesia".

Dr. Rohadi Awaludin Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka menyampaikan materi Prospek hilirisasi produk PTRR, Riswal Nafi Siregar, M. Si  menyampaikan Perkembangan Alat Kesehatan dalam bidang Kedokteran Nuklir, Prof. Dr. dr. A. Hussein S. Kartamihardja, SpKN-TM(K).,MH.Kes., FANMB. menyampaikan materi Penelitian dan Pengembangan Radiofarmaka di Indonesia, Drs. Imam Fathorrahman, MM menyampaikan materi Potensi Pasar Produk Radiofarmaka di Indonesia, dan Ishak, M.Si. menyampaikan materi Regulasi Perizinan Zat Radioaktif dalam Hilirisasi Produk Litbang Radiofarmaka.

Pada webinar kali ini peserta yang hadir mengikuti secara online merupakan para pelaku litbang, para dokter dan masyarakat umum. Peserta sangat antusias mengikuti webinar ini karena bukan kebetulan para regulator dalam bidang kesehatan dan obat, pelaku litbang, pelaku industri dan pengguna berkumpul dalam webinar ini. Webinar Spesial HUT BATAN Ke-62 merupakan rangkaian terakhir dari Webinar Series Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka tahun 2020.-AriefIN-

(Jakarta, 27/11/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Rabu (25/11). Penghargaan ini diberikan atas inovasi yang diberi nama Samarium untuk terapi paliatif kanker (SUNTIK), yakni sebuah produk radioisotop dan radiofarmaka yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri pada penderita kanker yang sudah metastasis ke tulang.

Produk ini dinilai sangat efektif sebagai pereda nyeri menggantikan cara konvensional yakni dengan morfin. Dengan menggunakan inovasi SUNTIK ini, yakni pasien diberikan samarium, dapat mengurangi rasa nyeri hingga 80% selama 40 hari dan tidak memberikan efek ketagihan seperti pada pemberian morfin.

Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo mengatakan, peningkatan kualitas layanan publik yang dapat memenuhi harapan masyarakat merupakan keberhasilan dari reformasi birokrasi. Oleh kerena itulah, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendorong seluruh badan publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publiknya kepada masyarakat.

“Dorongan ini bertujuan untuk menciptakan partisipasi publik dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan menumbuhkan informasi berbagai sektor pemerintahan yang salah satu strateginya dengan memberikan penghargaan,” ujar Tahjo Kumolo.

Tangerang Selatan 12/11/2020 Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) mendapat kunjungan Tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB). Kunjungan Tim dari Kementerian PANRB dalam rangka penilaian kelayakan PTRR untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Sebagai informasi, pada tahun 2020 PTRR dan beberapa unit kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) diusulkan untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB. Evaluasi lapangan oleh Tim dari Kementerian PANRB merupakan lanjutan dari evaluasi kecukupan dokumen yang dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2020 secara daring.

Pada kunjungan lapangan ini, Tim dari Kementerian PANRB yang terdiri dari 2 orang lebih banyak mengkonfirmasi bukti fisik dan fasilitas yang sudah disampaikan pada evaluasi administrasi sebelumnya. Tim melihat-lihat ruang layanan, ruang tunggu, ruang pengaduan, ruang laktasi, dan fasilitas laboratorium PTRR. Selain itu tim juga ingin konfirmasi terkait layanan di masa pandemi. 

Tangerang Selatan (09/11/2020) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) telah menyelenggarakan Pelatihan Penyegaran Proteksi Radiasi bagi Pegawai PTRR Tahun 2020 pada tanggal 03 – 05 November 2020 di PTRR. Pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari 3 (tiga) orang pegawai administrasi (Tata Usaha), 5 (lima) orang dari Bidang Teknologi Radioisotop, 8 (delapan) orang dari Bidang Teknologi Radiofarmaka, 4 (empat) orang dari Bidang Pengelolaan Fasilitas Proses Radioisotop dan 4 (empat) orang dari pekerja Outsourcing. Pelatihan diselenggarakan dengan metode blended learning yaitu memadukan anatara pembelajaran melalui tatap muka dan pembelajaran secara daring. Materi teori dilakasanakan pada tanggal 03 – 04 November 2020 dan disampaikan secara tatap muka dan daring, sedangkan untuk praktikum dilakasanakan pada tanggal 05 November 2020 secara tatap muka. Kegiatan tatap muka dalam pelatihan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19.
Kegiatan Pelatihan Penyegaran Proteksi Radiasi ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Bidang Keselamatan dan Pengelolaan Limbah dalam rangka menyegarkan pengetahuan tentang proteksi radiasi bagi pegawai di PTRR sehingga mampu bekerja secara selamat berdasarkan asas proteksi radiasi dan keselamatan radiasi, mampu memahami perkembangan proteksi radiasi di Indonesia melalui peraturan-peraturan yang berlaku dan mampu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja di PTRR. -hp-



Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id