Slide item 6
Slide item 7
Slide item 3
Slide item 4
Slide item 5
Slide item 4
Slide item 5

(Jakarta, 23/09/2020), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bertekad mewujudkan birokrasi kelas dunia di tahun 2024 sekaligus menjadi organisasi pembelajar. Hal ini merupakan upaya BATAN dalam menyikapi cepatnya perubahan yang terjadi di dunia dan menghadapi persaingan global.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan tekad itu, BATAN melalui Pusdiklat akan membentuk corporate university. Menurut Kepala Pusdiklat, Fatmuanis Basuki, pembentukan corporate university merupakan amanat PP Nomor 17 Tahun 2020, di mana pada pasal 203 ayat 4a disebutkan, pengembangan kompetensi dilaksanakan melalui pendekatan sistem pembelajaran terintegrasi (corporate university).

“Alasan dibentuknya BATAN Corporate University dikarenakan Pusdiklat BATAN  menyadari bahwa dunia selalu berubah, organisasi yang dapat bertahan, survive dan exist memenangi persaingan global apabila organisasi menjadi organisasi pembelajar dimana seluruh komponen organisasi harus memiliki kemampuan belajar secara terus menerus bagi individu, tim dan organisasi, beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, membangun kompetensi, dan memiliki kemampuan berkompetisi serta memiliki kemampuan bersinergi dengan lingkunganya,” ujar Fatmuanis melalui pesan tertulisnya, Selasa (22/09).

(Jakarta, 04/09/2020) Dalam rangka meningkatkan inovasi, komersialisasi dan pemanfaatan iptek nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO) akan melakukan transformasi salah satu jabatan fungsionalnya yakni Pranata Nuklir menjadi Pengembang Teknologi Nuklir (PTN). Transformasi jabatan fungsional Pranata Nuklir menjadi PTN ini merupakan salah satu upaya untuk untuk meningkatkan iklim inovasi  di BATAN yang menjadi tuntutan pemerintah.

Kepala Pusdiklat, Fatmuanis Basuki mengatakan, transformasi jabatan fungsional ini juga merupakan implementasi dari Permenpan RB Nomor 13 Tahun 2018 yang menyatakan bahwa jabatan fungsional keterampilan dan keahlian harus dipisahkan kegiatannya. “Jabatan fungsional pranata nuklir itu ada keterampilan dan keahlian maka jabatan fungsional ini harus dipisahkan, itu amanat Permenpan RB,” ujar Fatmuanis pada acara harmonisasi peraturan menpan RB tentang Jabatan Fungsional PTN, Pasar Jumat, Kamis (03/09).

Selain itu, Fatmuanis menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bahwa lembaga penelitian dan pengembangan seperti BATAN harus menghasilkan produk inovasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara itu, jabatan fungsional Pranata Nuklir selama ini, produknya berupa pengelolaan perangkat nuklir agar fasilitas nuklir dapat beroperasi dengan aman, selamat, dan handal.

(Jakarta, 09/03/2020). Pemanfaatan teknologi nuklir, khususnya bahan radioaktif sudah dimanfaatkan secara luas, diantaranya di bidang industri dan kesehatan. Penanganan bahan radioaktif dan bahan nuklir secara selamat dan aman membutuhkan kerja sama yang baik antara pemegang izin dengan stakeholders, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Karena itulah, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan POLRI menggelar Pelatihan Proteksi Radiasi bagi anggota satuan Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Pasukan Gegana Brimob POLRI.

Dalam penanganan ancaman zat radioaktif, Unit KBR perlu memahami ketentuan keselamatan kerja dengan radiasi, termasuk didalamnya memahami tentang sumber radiasi dan bahan nuklir, efek radiasi pada manusia, alat ukur, proteksi radiasi, serta prosedur penanggulangan  sumber radiasi.

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja para personel KBR POLRI dalam penanganan sumber radioaktif dan bahan nuklir sesuai dengan prosedur yang berlaku secara aman, selamat, dan handal,” jelas Kepala Puat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN, Fatmuanis Basuki, saat menyampaikan laporan kesiapan pelatihan, di Pusdiklat BATAN, Jakarta, Senin (03/09).

(Jakarta, 16/02/2020) Dalam rangka memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk seleksi tugas belajar  atau pelatihan di luar negeri,  Pusdiklat Batan secara rutin menyelenggarakan tes TOEFL setiap bulannya. Tes TOEFL tersebut dapat  diikuti oleh setiap pegawai Batan yang diusulkan oleh unit kerja melalui surat pengantar yang ditandatangani minimal oleh pejabat eselon III. Selain untuk mengukur kompetensi berbahasa inggris bagi pegawai Batan, tes TOEFL Prediction juga digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris calon pegawai Negeri sipil yang mendaftar ke Batan.

(JAKARTA 13-24/01/2020) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengawali tahun 2020 dengan pelatihan Instrumentasi Fisika Medis yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Pelatihan ini merupakan bentuk kerjasama antara BATAN dan UI dalam mengembangkan kompetensi Mahasiswa Fisika Medis Jurusan Fisika Fakultas MIPA UI khususnya dalam bidang instrumentasi fisika medis. Pusdiklat menyelenggarakan pelatihan ini sebanyak 2 angkatan dari tanggal 13 sampai 17 Januari 2020 untuk angkatan pertama dan 20 sampai 24 Januari untuk angkatan kedua dengan jumlah peserta 26 orang setiap angkatan.