HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Yogyakarta (30 Juli 2015) Kegiatan Perencanaan Agro Techno Park (ATP) 2016 diselenggarakan di Auditorium STTN Yogyakarta tanggal 27-28 Juli 2015 dalam rangka kontinuitas kegiatan ATP tahun 2016. Acara dibuka oleh Kepala BATAN  dihadiri oleh 62 orang dari 3 Kabupaten mitra ATP (Kabupaten Klaten, Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Musi Rawas). Dalam sambutannya Ka BATAN Djarot menegaskan Program ATP ini tidak boleh gagal dan harus berhasil walaupun SDM peneliti di BATAN terbatas, namun jalinan kerjasama dengan penyuluh, penangkar & petani dioptimalkan guna hasil lebih baik sehingga tercapai target yang diharapkan.

Dalam kegiatan ini, juga menghadirkan nara sumber yaitu Yudho Baskoro Muriadi S,Sos., M.Si., M.PP (Deputi Kompetensi Kelembagaan Iptek-Kemenristek) dan Dr. Ir. Agung Hendriadi, M. Eng (Balitbang Pertanian Kementerian-Pertanian).

Disela-sela kegiatan Forum Perencanaan  ini, juga dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi dengan Faperta UPN Veteran Yogyakarta  dalam pemanfaatan aplikasi iptek nuklir di bidang pertanian dalam rangka mendukung program Agro Techno Park (ATP) di kabupaten Klaten.

Rabu 29 Juli 2015, Kegiatan Forum Perencanaan diahiri dengan kegiatan panen raya 10 Varietas padi BATAN (Diah Suci, Cilosari, Mugibat, Unsrta 1, Unsrat 2, Sidenuk, Mira, Woyla dan Bestari) di Harjomulyo, Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten.  Dengan  hasil yang paling baik adalah varietas  Diah Suci dalam 1 hektar menghasilkan 9,72 ton, hasil varietas padi lainnya  Woyla 9,44 ton, Sidenuk 9,23 ton, Cilosari 8,8 ton, Mugibat 7,95 ton, Unsrat1 7,5 ton, Mira 7,27 ton, Unsrat2 6,77 ton, Bestari 6,65 ton, dan Meraoke 4,64 ton.