HUTRI75
Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Bandung, 30 Juli 2015). Berlangsung di ruang Sidang Promosi Doktor Universitas Padjajaran Bandung pada hari Kamis 30 Juli 2015, Dr. Ania Citraresmini, MP berhasil mempertahankan disertasinya berjudul: “Pemulihan Kesehatan Tanah, Peningkatan Efisiensi Pemupukan (P, K) dan Hasil Padi Berbasis IPAT-BO Akibat Pemberian Pupuk Biofossi dan Kompos Jerami-Biochor” dengan predikat Cum Laude dan IPK 4,0. Dalam presentasinya, dikatakan bahwa kualitas tanah berkaitan erat dengan kesehatan tanah, bahkan seringkali dikatakan bahwa tanah yang sehat adalah tanah yang memiliki kualitas baik dengan kondisi sesuai dengan lingkungan alami, dicirikan oleh ekosistem tanah yang seimbang, aktivitas mikroorganisme yang tinggi, mikroorganisme patogen yang rendah dan berlangsungnya siklus unsur hara secara berkelanjutan. Kondisi-kondisi tersebut hanya dapat didukung oleh ketersediaan bahan organik tanah dalam jumlah yang memadai. Permasalahan pada tanah sawah di Indonesia selain kandungan bahan organik yang rendah, juga masalah ketidaktersediaan hara P dan K dan produktivitas tanaman yang semakin menurun akibat kondisi kesehatan tanah yang tidak mendukung.

Pengelolaan bahan organik pada lahan sawah dapat dilakukan dengan cara mengembalikan sisa panen ke dalam lahan sawah. Pada setiap musim tanam padi akan diperoleh jerami padi sebagai hasil panen yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan organik. Selain itu jerami padi juga merupakan sumber nutrisi hara kalium (K) dan silika (Si) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman padi. Aplikasi kompos jerami yang diintegrasikan dengan Biochar mampu menjawab kebutuhan bahan organik pada lahan sawah, karena persistensi karbon di dalam bahan. Kandungan Si pada Biochar mampu menjaga ketersediaan P yang berasal dari fosfat alam dalam teknologi pupuk hayati Biofossi. Aplikasi teknologi radioisotop 32P mampu membuktikan korelasi antara unsur Si dengan unsur P, dan kontribusi P dari perlakuan pupuk hayati Biofossi yang berdampak pada peningkatan efisiensi pemupukan P. Kompos jerami-Biochar sebagai sumber K membuktikan adanya peningkatan efisiensi pemupukan K dan penurunan pemakaian pupuk N, P, K. Interaksi antara perlakuan pupuk Biofossi dan kompos jerami-Biochar mampu memperbaiki kesehatan tanah sawah, yang pada awalnya memiliki nilai kategori kesehatan tanah sakit menjadi tanah yang cukup sehat.