HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Yogyakarta, 12/10/2015), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Asia Pasific Economy Cooperation (APEC) menggelar training course dengan judul “Development of Bioenergy Crops as Renewable Energy Sources for APEC Economies” di Yogyakarta, 12-16 Oktober 2015. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pembangunan kapasitas (capacity building) terkait penguasaan teknologi peningkatan produksi tanaman bioenergi melalui pemuliaan tanaman.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatian dari para negara anggota APEC terhadap peningkatan kebutuhan energi dari tahun ke tahun yang signifikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut dalam rangka meningkatkan ketahanan energi di masing-masing negara anggota APEC guna mendukung pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. Pengembangan sumber energi terbarukan termasuk bionergi yang dihasilkan oleh tanaman merupakan salah satu usaha pemenuhan kebutuhan energi.

Tanaman bioenergi dikelompokkan menjadi 2 yaitu tanaman penghasil minyak (sebagai sumber biodiesel) dan tanaman penghasil karbohidrat atau gula yang dapat dikonversi menjadi bioetanol (sebagai sumber bioenergi). Tanaman penghasil minyak (biodiesel) adalah sawit, jarak pagar dan bunga matahari, sedangkan tanaman penghasil karbohidrat/gula adalah sorgum manis, tebu dan singkong. Disepakati bersama bahwa tanaman bioenergi yang diteliti dan dikembangkan harus tanaman yang tidak berkompetisi dengan pangan baik dalam pemanfaatan hasilnya maupun lahan yang digunakan. Pengembangan tanaman bioenergi cenderung diarahkan pada pemanfaatan lahan marginal (sub optimal) atau lahan non produktif yang sangat luas dijumpai dihampir semua negara anggota APEC.

Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR – BATAN) telah mengembangkan penelitian pemuliaan tanaman bioenergi dengan teknik mutasi. Sorgum yang dikembangkan oleh PAIR merupakan tanaman serba guna yang banyak manfaatnya. Biji sorgum yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein tinggi dapat digunakan untuk bahan pangan (pengganti beras), batang dan daun sorgum untuk pakan ternak ruminansia. Selain itu, ada sorgum manis (sweet sorghum) yaitu sorgum yang batangnya mengandung cairan gula cukup tinggi, dipanen dan diperas niranya untuk pembuatan gula cair, sirup atau diproses lanjut menjadi bioetanol (bioenergi). BATAN telah melepas tiga varietas unggul sorgum yang diberi nama yaitu Pahat, Samurai I dan Samurai II

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari negara anggota APEC yaitu China, Malaysia, Philippines, Thailand, Vietnam, Chinese Taipei, Brunei Darussalam dan Indonesia menghadirkan pengajar antara lain Prof. Dr. Soeranto Human dan Dr. Hedig Winarno (BATAN), Dr. Taryono (Fakultas Pertanian, UGM), Prof. Dr. Arief Budiman (Fakultas Teknik, UGM), Dr. Muhammad Nurcholis dan Dr. Agus Widodo (Fakultas Pertanian, UPN Veteran Yogyakarta ) dan Dr. Reflinur (BIOGEN Bogor).(lilis)