Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Persediaan air tanah sebagai sumber air bersih di Indonesia yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah adalah jumlahnya yang terbatas. Padahal air tanah juga berfungsi sebagai penopang beban permukaan lapisan bumi. Teknologi nuklir, khususnya pemakaian radioisotop untuk hidrologi, hadir sebagai solusi eksplorasi air tanah di daerah yang dilanda kekeringan. Dengan teknologi tersebut, bisa diidentifikasi kawasan mana saja yang berpotensi memiliki air lebih banyak dibanding kawasan lain di daerah yang sama.

Radioisotop yang dipakai telah memenuhi persyaratan seperti tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan, harus larut dalam air, tidak akan diserap oleh tanah, tanaman dan organisme hidup lainnya. Jumlah radioisotop yang dilepas ke lingkungan juga tidak boleh berlebihan.

Pada daerah-daerah kering, eksplorasi ditujukan pada pencarian sumber-sumber air yang letaknya jauh di dalam tanah. Caranya antara lain menggunakan isotop dalam metode pengukuran radioaktivitas lapisan tanah atau batuan serta memakai metode survei gas radon. Gas radon dari dalam rekahan tanah itu akan berisi uap air sekaligus memancarkan radiasi dan bergerak vertikal melalui celah dalam lapisan tanah. Pengukuran gas radon dapat menggambarkan ada tidaknya celah di bawah permukaan tanah yang kemungkinan berisi air.

BATAN sejak 2002 misalnya telah melakukan riset di kawasan Goa Bribin, Gunung Kidul, Yogyakarta. Para peneliti menggunakan zat radioaktif untuk mengetahui interkoneksi aliran air di dalam goa bawah tanah. Hasilnya terwujud sebuah bendungan bawah tanah pertama di Indonesia. Air waduk itu dimanfaatkan untuk puluhan ribu penduduk sekitar, keperluan irigasi dan pembangkit tenaga listrik.

Menggunakan teknik Analisis Aktivasi Neutron (AAN), peneliti BATAN juga menguji kelayakan air di bawah tanah tadi. Uji kelayakan dengan teknologi nuklir ini juga telah dilakukan pada sungai bawah tanah Ngobaran dan air tanah di Wonosari, Gunung Kidul. Tim peneliti berhasil mengevaluasi unsur mineral Fe, Cd, Ca, Mn, dan Mg dengan tingkat akurasi tinggi. Hasil pengujian menunjukkan air tanah di Gunung Kidul mempunyai kualitas yang baik.

Kemudian dilakukan juga penelitian daerah resapan air di Bontang tahun 2004 serta Pasuruan tahun 2005 dengan tujuan mengevaluasi cadangan air tanah yang tersedia di daerah-daerah tersebut. Terakhir pada 2013 telah dilakukan eksplorasi sumber air tanah di Kabupaten Manggarai Barat di Nusa Tenggara Barat dengan hasil memuaskan sehingga kebutuhan air akan terpenuhi.