HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Bali, 23/11/2015) Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar pertemuan perwakilan negara-negara anggota International Atomic Energy Agency (IAEA) di Hotel Grand Inna, Kuta, Bali, pada tanggal 23 s.d. 27 November 2015. Pertemuan ini membahas kegiatan kerjasama regional dengan topik “Applying Isotope Tecniques to Investigate Groundwater Dynamics and Recharge Rate for Sustainable Groundwater Resource Management”. Pertemuan ini dibuka oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dan dihadiri oleh 19 peserta dari negara-negara kawasan Asia Pasifik yaitu Australia, Bangladesh, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Pakistan, Philipina, Selandia Baru, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Hadir pula perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali sebagai observer.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk mengelola sumber daya air khususnya air tanah yang lebih efisien dan efektif dengan teknik isotop.

Teknologi isotop untuk pengelolaan sumber daya air secara umum dapat dibagi dua yaitu, yang didasarkan pada variasi komposisi isotop alam yang terdapat dalam sistem yang dipelajari, dan dengan menggunakan radioisotop (perunut) buatan. Sifat fisik dan kimia dari isotop yang unik dari suatu unsur kimia yang terdapat di alam secara alamiah maupun yang ditambahkan ke sistem hidrologi sesuai dengan tujuan pekerjaaan memampukan teknologi ini dapat mengidentifikasikan beberapa parameter penting dalam pengelolaan sumber daya air seperti daerah imbuh cekungan air tanah, potensi lapangan geothermal, interaksi antar sumur, umur air tanah, pola dinamika dan neraca air waduk/danau, interaksi antara air tanah dan permukaan, debit air permukaan, interkoneksi antara sistem sungai bawah tanah di daerah karst, interaksi air tanah dalam dan air tanah dangkal.

Di Indonesia, aplikasi teknik isotop dalam pengelolaan sumber daya air telah berkembang dengan baik seperti penelitian pola pergerakan dan daerah imbuh cekungan air tanah Jakarta, daerah imbuh cekungan air tanah di daerah Gunung Salak, stratifikasi air Danau Toba, dan potensi lapangan penelitian keselamatan bendungan seperti penelitian kemungkinan kebocoran beberapa bendungan seperti Bendungan Wlingi, Ngancar, Sengguruh dan Jatiluhur. (lilis)