Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Salah satu kisah sukses BATAN adalah dalam penggarapan diversifikasi pangan. Ini untuk menjawab salah satu masalah di Indonesia yaitu jumlah lahan pertanian yang tidak bertambah sementara di sisi lain pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat. Solusinya antara lain dengan menambah jumlah waktu panen padi dan lainnya. Rentang waktu panen perlu diperpendek dan jumlah panen itu sendiri ditingkatkan.

Teknik nuklir dapat digunakan untuk rekayasa genetika tanaman dan menghasilkan varietas baru bersifat unggul. Misalnya produksi tinggi, adaptif pada kondisi iklim Indonesia, umur genjah, kualitas beras bagus dengan rasa nasi pulen atau enak.

Pada jenis padi, teknik kombinasi persilangan dan radiasi dilakukan pada varietas IR-36, IR-64 dan IR-74 dengan varietas padi hasil mutasi radiasi yang dihasilkan BATAN sebelumnya. Selain itu juga dilakukan teknik iradiasi terhadap varietas Cisantana, Diah Suci, Cimelati dan varietas lokal Pandanwangi (Cianjur) dan Super Win (Sulawesi Utara).

Dengan menggunakan teknik mutasi radiasi, BATAN sudah menghasilkan 20 varietas padi, delapan kedelai, dua varietas kacang hijau dan satu varietas kapas. Karena itulah BATAN kemudian mendapat penghargaan Inovasi Bidang Pangan dari Menteri Pertanian pada 2009.

Tingginya angka produksi terlihat dari data Biro Pusat Statistik pada 2011, di mana tingkat produktivitas padi hasil pemuliaan mutasi rata-rata mencapai 7 ton per hektare. Angka itu di atas produksi beras nasional sebesar 5,01 ton per hektar. Selektifnya pemuliaan padi oleh BATAN terlihat dari munculnya varietas padi Mira-1. ini adalah hasil seleksi bibit unggul dari penyinaran benih varietas Cisantana dengan sinar gamma cobalt 60 sejak tahun 2000. Akhirnya diperoleh 15 galur yang mempunyai sifat agronomi berbeda dengan varietas Cisantana yaitu ujung gabah tidak berbulu.

Padi yang dihasilkan BATAN terbukti sukses. Varietas padi Bestari misalnya, terpilih sebagai salah satu karya unggulan anak bangsa dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2013. Dilepas oleh Menteri Pertanian pada 2008, Bestari juga telah mendapatkan sertifikat hak perlindungan varietas tanaman pada Februari 2012.

Varietas Bestari berasal dari galur-galur mutan iradiasi padi varietas Cisantana dengan sinar gamma. Salah satu mutan yang paling unggul memiliki ciri produktivitasnya tinggi, berumur genjah, tekstur nasinya pulen, tahan hama wereng coklat dan tahan terhadap penyakit hawar daun. Setelah dilakukan uji multilokasi di 28 lokasi maka varietas Bestari dilepas oleh Menteri Pertanian pada tanggal 28 Juli 2008.