HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Aplikasi teknik nuklir oleh BATAN di bidang pangan mencakup berbagai hal. Mulai dari pemuliaan tanaman, pengendalian hama, pengawetan bahan pangan, efisiensi pemupukan hingga produktivitas peternakan. Tujuannya untuk menjawab tantangan masalah pangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Tidak hanya padi, BATAN juga menelurkan varietas unggul dari tanaman kedelai melalui proses penelitian sejak tahun 1977. Lalu pada tahun 1980, tim pemulia kedelai telah berupaya melakukan perbaikan beberapa sifat kedelai varietas Orba dan Guntur yang populer ketika itu.

Perbaikan diarahkan pada peningkatan daya hasil dan ketahanan terhadap penyakit utama yaitu penyakit karat daun yang dapat menurunkan hasil antara 40%-90% serta hama kutu hijau (Aphys Glycines Matsumura) yang merupakan vektor penyakit virus yang dapat menurunkan hasil sampai 80%. Selain sebagai bahan pangan, tanaman kedelai juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, bahan baku industri manufaktur, dan olahan. Pemerintah sendiri telahmencanangkan swasembada kedelai sampai dengan tahun 2014. Namun berbagai kondisi yang ada menyulitkan
pencapaian target tersebut.

Melalui teknik iradiasi, BATAN telah menghasilkan delapan varietas kedelai. Mulai dari varietas Muria, Tengger, Meratus, Rajabasa, Mitani, Mutiara 1, hingga yang terbaru yaitu
Gamasugen 1, dan Gamasugen 2. Enam varietas kedelai mutasi yang pertama telah disebar hingga ke 24 provinsi di Indonesia.

Varietas Muria sampai Mutiara 1 dapat ditemui misalnya di kota Malang, Grobogan, Garut, Majalengka, Maros, dan Bantimurung. Dengan beragam kedelai alternatif itu, BATAN membantu program pencapaian swasembada kedelai yang ditargetkan pada 2014 oleh pemerintah.