HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 18/12/15). Science Techno Park (STP) merupakan program percepatan (quick-win) untuk mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai visi misi Presiden RI, yang tertuang dalam Nawa Cita ke - 6 butir ke - 7, yaitu "Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini.

Dari 100 STP yang dicanangkan Pemerintah, BATAN diberi amanah untuk mengelola tiga Agro Techno Park (ATP) dan satu STP. Tiga ATP tersebut berlokasi di Kabupaten Klaten - Jawa Tengah, Kabupaten Musi Rawas - Sumatra Selatan, dan Kabupaten Polewali Mandar - Sulawesi Barat. Sedangkan STP berlokasi di Kawasan Nuklir BATAN - Ps  Jumat.

STP adalah kawasan yang dikelola oleh manajemen profesional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui penguasaan, pengembangan, dan penerapan iptek yang relevan.

"Intinya adalah, STP dan ATP ditekankan pada hilirisasi hasil produk lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) kepada masyarakat, sehingga kelak masyarakat lokal bisa mengelola hasil litbang tersebut secara mandiri dan  keberlanjutan", ujar Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, di Gedung Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Jakarta.

Sehingga menurutnya, salah satu sisi penting dari keberhasilan program ini adalah antusiasme dari Pemerintah Daerah setempat, petani, UKM, dan universitas, disamping ketersediaan lahan dan infrastruktur dasar.

"Karena kelak mereka akan kita lepaskan agar dapat mandiri. Dan butuh komitmen dari Pemda setempat utk menyediakan biaya operasional secara berkelanjutan, dan ini harus berhasil", tegasnya.

Dipilihnya 3 lokasi ATP tersebut, karena disesuaikan dengan kesiapan dan antusiasme Pemda setempat dalam menyambut program ini, sekaligus 3 kawasan tersebut merupakan lumbung padi di daerahnya.

Sedangkan STP yang dikelola PAIR BATAN, merupakan collaborating center aplikasi iptek nuklir di bidang pangan atau bisa disebut sebagai Pusat Kepakaran Iptek Nuklir di Bidang Pangan.

"Disini (STP) menjadi center of excelent. Kami memperluas produk unggul, membangun fasilitas, dan dan meningkatkan kemampuan SDM," ujar Kepala PAIR BATAN, Hendig Winarno.

Dengan luas lahan 15 ha, STP PAIR BATAN terdiri dari berbagai fasilitas, antara lain kebun percobaan dan green house, laboratorium dan kandang ternak, irradiator gamma untuk pemuliaan mutasi tanaman, dan fasilitas penyimpanan sementara limbah radioaktif dan B3. Keberadaan STP diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan level swasembada beras, kedelai, daging nasional dan kesejahteraan masyarakat tani di lokasi kegiatan.

Launcing National STP bertepatan dengan HUT PAIR BATAN ke 49 yang jatuh pada tanggal 20 Desember. Tujuan launching ini adalah unruk menyebarluaskan informasi tentang keberadaan STP, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, terutama kemandirian pangan (tnt).