HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Bangka Tengah, 15/04/16). Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman Djohan bertekad mengembalikan kejayaan Provinsi Bangka Belitung sebagai penghasil lada dunia. Sejak beberapa tahun yang lalu, produktivitas lada di Bangka Belitung termasuk Kabupaten Bangka Tengah mengalami penurunan drastis akibat terserang penyakit, khususnya penyakit kuning dan busuk pangkal batang yang mengakibatkan kematian pada tanaman lada. Erzaldi berusaha mencari berbagai cara, namun sampai tahun 2015 belum menemukan cara jitu untuk mengatasi penyakit pada lada.

Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN telah berhasil mengembangkan kitosan iradiasi (Fitosan) yang berasal dari limbah kulit udang sebagai zat perangsang tumbuh tanaman (ZPT) yang juga memiliki fungsi sebagai vaksin dan membasmi penyakit tanaman.

Fitosan telah terbukti dapat mengatasi penyakit keriting pada tanaman cabe di Kabupaten Kerinci yang telah diujicoba pada tahun 2011-2014. Selain itu, hasil litbang teknologi BATAN lainya yaitu pupuk bio-organik (PBO) yang mengandung mikroba antagonis dapat menekan populasi mikroba patogen pada tanaman.

Pada tahun 2015, Erzaldi bertemu dengan pimpinan BATAN dan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN dan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bangka Tengah dengan ruang lingkup bagaimana mengatasi penyakit kuning pada tanaman lada menggunakan Fitosan dan PBO.

Sejak tahun 2015 telah dilakukan aplikasi kitosan dan PBO di Desa Air Mesuk dan Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah. Hasil awal menunjukkan kemajuan yang cukup baik dalam menurunkan penyakit kuning pada lada.

Untuk lebih mengenalkan Fitosan dan PBO kepada masyarakat Bangka, Kepala PAIR BATAN, Hendig Winarno beserta beberapa peneliti PAIR BATAN melakukan sosialisasi aplikasi Fitosan dan PBO di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah (14/04).

Pertemuan dihadiri oleh sekitar 400 orang terdiri dari Bupati Bangka Tengah, Wakil Kutua DPRD Kabupaten Bangka Tengah H. Syahroni, Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi Bangka Belitung, para Kepala SKPD Kabupaten Bangka Tengah, BPTP Provinsi Bangka Belitung, Kepala Desa Namang, Para Ketua Gapoktan se Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petani lada se - Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Induk, dan undangan lainnya.

Seluruh peserta sangat antusias dan sangat berharap BATAN dapat mengatasi permasalahan penyakit lada yang telah menjadi musuh para petani lada sejak lama.

Sekretaris Bakorda Bangka Barat berharap, aplikasi Fitosan dan PBO tidak hanya dilakukan di Kabupaten Bangka Tengah saja, tetapi juga dilakukan di Bangka Barat dan Bangka Induk.

Pada saat yang bersamaan, dilakukan demonstrasi cara pemakaian Fitosan dan PBO kepada para petani lada. Sosialisasi Fitosan dan PBO hasil litbang BATAN juga dilakukan di Desa Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan yang dilakukan pada malam hari dan dipimpin langsung oleh Bupati Bangka Tengah.

Pada pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari Kepala Desa Air Gegas, petugas PPL, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan para petani lada. Para petani Air Gegas juga sangat berharap agar Fitosan dan PBO segera diterapkan di Desa mereka untuk meningkatkan produksi lada (Darmawan).