HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 28/06/2016) Dalam rangka meningkatkan kualitas penulisan makalah ilmiah khususnya berbahasa Inggris, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar Workshop sehari mengenai Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Gedung Pertemuan PAIR, Jakarta pada tanggal 28 Juni 2016. Workshop ini dihadiri oleh para Peneliti dan Calon Peneliti serta perwakilan dari Pranata Nuklir yang ada di lingkungan PAIR. Acara yang dimoderatori oleh Wakil Ketua KPTF PAIR, Dr. Darmawan Darwis, Apt. ini mengundang 2 narasumber yaitu Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini dan Drs. Paston Sidauruk, Ph.D.

Dr. Darmawan Darwis, Apt. dalam pengantarnya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Workshop ini dan berharap dapat berjalan dengan lancar serta berhasil guna bagi para Peneliti untuk meningkatkan pemahaman dan keahliannya dalam menyusun karya tulis ilmiah dengan menjunjung tinggi Etika Penulisan KTI termasuk menghindari plagiasi.

Drs. Paston Sidauruk, Ph.D. memaparkan mengenai bahayanya masalah plagiasi dalam penulisan karya tulis ilmiah dan contoh-contoh kasus yang ditemukan. Pemahaman mengenai Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Peneliti menjadi hal penting yang harus dimiliki peneliti.

Sedangkan Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini menyampaikan presentasi berupa motivasi menjadi peneliti yang baik dan strategi mempublikasikan KTI di Jurnal Internasional yang terindeks Scopus. Beliau menekankan bahwa para peneliti wajib menyempatkan waktu untuk membaca jurnal dan membangun jejaring dalam melakukan kegiatan litbang dan penyusunan KTI sehingga dihasilkan KTI yang berkualitas tinggi. Dalam presentasi juga dibahas tentang aplikasi “Mendeley” sebagai alat bantu bagi Peneliti dalam menyusun Daftar Pustaka.

Dalam sambutan penutupan, Kepala PAIR, Dr. Hendig Winarno, M.Sc menyampaikan bahwa PAIR sebagai lembaga litbang dituntut untuk selalu menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan oleh end-user tanpa melupakan publikasi ilmiah. Publikasi yang terindeks Scopus atau sejenisnya dianggap penting, tidak hanya bagi Peneliti, tetapi juga bagi Lembaga bahkan bagi Indonesia di mata Internasional.