HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Pelaksanaan kegiatan Agro Techno Park (ATP) di 3 lokasi yaitu di Kabupaten Polewali Mandar, Klaten, dan Musi Rawas, serta 1 lokasi National Science Techno Park (NSTP) di Pasar Jumat, Jakarta Selatan, yang dikelola oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah memasuki tahun kedua. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan dan hasil yang telah dicapai dalam rangka mengemban amanah Nawa Cita ke-enam Presiden RI untuk membangun dan mengembangkan ATP dan NSTP tersebut di atas yang akan berlangsung sampai dengan tahun 2019.

Pada Tahun Kedua ini, mulai dibahas mengenai pentingnya manajemen kelembagaan ATP. Sesuai amanah Nawa Cita, bahwa fungsi minimal yang diharapkan pada setiap ATP adalah menyediakan wahana untuk kolaborasi litbang berkelanjutan antara perguruan tinggi/universitas, lembaga litbang dan industri, memfasilitasi penumbuhan perusahaan berbasis inovasi melalui inkubasi dan proses spin-off, menyediakan layanan bernilai tambah melalui penyediaan ruang dan fasilitas berkualitas tinggi, serta menarik industri kedalam kawasan ATP. Untuk mencapai hal tersebut, maka ATP harus dikelola oleh manajemen yang profesional sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui penguasaan pengembangan dan penerapan iptek yang relevan.

Terkait dengan itu, BATAN telah menyelenggarakan Forum Pembahasan Manajemen Kelembagaan ATP selama 2 hari pada tangggal 20-21 Juli 2016 di Solo, yang diikuti oleh 25 peserta, terdiri dari Kepala Bappeda Klaten beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, Wakil Bupati Polewali Mandar beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Pimpinan BATAN, Unit Kerja Pelaksana & Pendukung Program ATP BATAN. Dalam kata sambutan dan pengarahannya, Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto, antara lain menekankann bahwa ujung dari pembangunan ATP adalah adanya peningkatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan ekonomi kecil-mikro (UKM), dan masuknya industri kedalam ATP. Oleh karena itu, harus ada kelembagaan yang mengelola ATP secara profesional, berkelanjutan dan mandiri. Selanjutnya, Kepala BATAN mengajak seluruh mitra ATP Daerah untuk membangun keyakinan bahwa pembangunan ATP di 3 kabupaten yang dikoordinasi oleh BATAN harus SUKSES dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Selain pemaparan Sestama BATAN, Ir. Falconi Margono, MM tentang “Rancangan Kelembagaan ATP BATAN, dua nara sumber, yaitu L. Sumadi, Ing. HTL, M.Si (Pemimpin Solo Techno Park) memaparkan mengenai “Sejarah Solo Techno Park, Manajemen Kelembagaan, dan Aktivitasnya”, dilanjutkan pemaparan Dr. Ir. Dwi Nowo Martono, M.Si dari Kemenristek dikti mengenai “Manajemen Kelembagaan ATP Kemenristek dikti”, serta dilanjutkan dengan diskusi. Dari pemaparan dan diskusi bersama para pengelola ATP dari 3 kabupaten Polewali Mandar, Klaten, dan Musi Rawas telah mengerucut pada suatu pemahaman bersama bahwa bentuk kelembagaan ATP yang dianggap paling cocok dan sinkron dengan peraturan di daerah adalah “modified UPT” dengan sistem pengelolaan model BLUD dengan tetap mengakomodasi ciri kekhususan masing-masing daerah.

Dalam rangka pembangunan ATP yang berkelanjutan masing-masing Pemerintah Daerah telah memasukkan ATP dalam RPJMD, dan sebagai langkah strategis untuk pembahasan program selanjutnya akan melibatkan DPRD sehingga diharapkan dapat memperlancar pada saat penyusunan peraturan daerah terkait program ATP. Selain itu, masih dirasakan perlunya peningkatan peran, koordinasi dan sinergi antar stakeholder antara lain dengan Perguruan Tinggi.

Pada hari kedua tanggal 21 Juli 2016, peserta Forum Pembahasan melaksanakan kunjungan ke “Solo Techno Park” dan “Seragen Techno Park” untuk mendapatkan masukan dan sharing pengalaman dari 2 STP tersebut. (RbK)