HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jogjakarta, 04/11/2016) Pelaksanaan pengembangan Agro Techno Park (ATP) di 3 kabupaten (Musi Rawas, Klaten, dan Polewali Mandar), yang diamanatkan kepada Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) merupakan salah satu perwujudan dari agenda strategis pembangunan nasional (Nawacita) sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015-2019). Sasaran yang ingin dicapai diakhir kurun waktu pengembangan ATP (2019), yaitu terbentuknya ATP yang mandiri untuk mendukung program Daerah dalam mencapai kesejahteraan khususnya di bidang pertanian.

Sebagai langkah strategis, perlu dilakukan pembentukan struktur kelembagaan ATP di 3 Daerah yang akan mengelola ATP secara profesional. Untuk itu, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN menyelenggarakan Workshop Manajemen Kelembagaan ATP pada tanggal 2-4 November 2016 di Yogyakarta. Workshop ini dihadiri oleh Sestama BATAN, Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Hukum, Human dan Kerja Sama, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, serta 3 Mitra Daerah pelaksana ATP yang diwakili oleh Bappeda dan SKPD terkait. Dalam workshop ini, hadir sebagai Narasumber adalah Pimpinan Solo Techno Park (Bp. L. Sumadi, Ing, HTL, M.Si).

Workshop telah menghasilkan 3 skema awal struktur kelembagaan ATP, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dan ditetapkan oleh masing-masing Daerah. Struktur kelembagaan ATP akan melingkupi posisi hirarki kelembagaan ATP pada struktur Pemerintahan Daerah, uraian jabatan pada kelembagaan ATP, dan penunjukan personel pelaksana. Diharapkan pada akhir tahun 2016, kelembagaan ATP di masing-masing Daerah telah terbentuk dan selanjutnya dapat mulai beroperasi pada awal tahun 2017.

Dengan terbentuknya kelembagaan ATP diharapkan pelaksanaan program pengembangan ATP di 3 Daerah dapat diakselerasi, sehingga kemandirian ATP pada akhir kurun waktu pengembangan (2019) akan dapat dicapai. (RbK)