HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 15/11/2016) Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar pertemuan para pakar Computed Tomography (CT) dan Digital Radiography (DR) di kawasan nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Jumat (4/11). Pertemuan yang berlangsung hingga tanggal 11 November 2016 ini dibuka oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dan diikuti oleh perwakilan negara lain yaitu Bangladesh, Malaysia, Sri Lanka, dan Vietnam. Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh pakar Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency –IAEA), Prof. Heinz Uwe Ewert. Pertemuan ini merupakan rangkaian kegiatan dari proyek kerja sama yang berlabel “RAS 1020” di bawah koordinasi IAEA dengan beberapa negara anggotanya.

Dalam sambutan pembukaannya, Djarot menyampaikan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian BATAN. Pertama, pentingnya promosi hasil-hasil litbang BATAN kepada masyarakat agar nantinya banyak masyarakat yang menggunakan teknik CT dan DR. Kedua, setiap biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk keluaran yang dapat dimanfaatkan. Ketiga, pentingnya regenerasi di segala lini untuk menjamin keberlangsungan kegiatan yang sudah dirintis. “Poin ketiga ini menjadi sangat penting  saat ini, karena Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai unsur utama dalam keberlangsungan pengembangan iptek nuklir dan inovasinya,” katanya.

Tujuan pertemuan ini menurut penyelenggara, Ir. Sigit Budi Santoso yaitu membahas kemajuan CT dan mereviu dokumen Guidebook for gamma / x-ray industrial tomography fon non-destructive evaluation (NDE) yang nantinya akan dijadikan pedoman dalam pengembangan dan pengoperasian CT. Sigit berharap, di masa mendatang Indonesia dapat menjadi tempat belajar tidak hanya bagi negara anggota yang akan mengembangkan CT di negara masing-masing tetapi juga bagi para peneliti/ perekayasa Indonesia.

CT dan DR adalah produk digital untuk uji tak rusak yang menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan pendahulunya yang konvensional, diantaranya lebih cepat, lebih akurat/ presisi, sensitivitas tinggi dan kompetitif secara ekonomi. Dalam hal ini, BATAN telah menunjukkan penguasaannya di bidang digital dengan mengembangkan teknologi CT yang berbiaya murah baik hardware maupun softwarenya. Prestasi ini merupakan hal yang menggembirakan dan bentuk perwujudan dari visi BATAN yaitu unggl di tingkat regional, berperan dalam percepatan kesejahteraan menuju kemandirian bangsa. (Sugiharto, Ed : Pur)