HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 19/12/2016) Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar temu pelanggan di Gedung Pertemuan PAIR, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Senin (19/12). Temu pelanggan yang mengusung tema "Bersama Pelanggan Kita Tingkatkan Pelayanan Isotop dan Radiasi" ini merupakan pertama kali dilaksanakan oleh PAIR dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan perayaan hari jadinya yang ke-50 tahun.

Sebagai lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pemanfaatan teknologi nuklir, PAIR memberikan layanan kepada masyarakat di bidang  industri, kesehatan dan penelitian. Dalam memberikan layanan, PAIR berusaha terus meningkatkan mutu layanannya baik dalam hal administratif maupun ketepatan waktu layanan. Momentum temu pelanggan ini oleh PAIR dijadikan sebagai ajang melakukan perbaikan diri dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, terdapat tiga jenis pelanggan yang harus mendapatkan layanan prima. “Pelanggan PAIR saya kelompokkan menjadi tiga macam yaitu pemerintah pusat dan daerah, masyarakat internal BATAN, dan pihak swasta atau BUMN. Ketiga pelanggan ini harus mendapatkan layanan yang prima dari PAIR,” ujar Djarot dalam sambutan pembukaannya.

Selain itu Djarot menyoroti bahwa masyarakat sering memberi label kepada lembaga birokrasi selalu lamban dalam memberikan layanan, tidak terkecuali dengan BATAN. Untuk itu, meskipun BATAN sebagai lembaga pemerintah yang memonopoli dibidang pemanfaatan teknologi nuklir diharapkan dapat mengutamakan layanan kepada masyarakat. “Pelanggan harus dinomersatukan, meskipun layanan kita tidak bersifat komersial. Sifat monopoli BATAN jangan menjebak kita untuk tidak kreatif dan inovatif,” tambahnya.

Menurut salah satu pelanggan yang telah memanfaatkan jasa irradiasi untuk mengawetkan bahan herbal sejak tahun 2002, selama ini BATAN telah memberikan layanan yang baik, namun perlu ada peningkatan kualitas layanan di waktu penyelesaian pekerjaan. “Selama ini BATAN telah memberikan layanan yang baik kepada kami. Hanya saja waktu proses pengerjaan sejak barang diterima sampai selesai proses dapat dipersingkat,” kata Manager Produksi PT. Liza Herbal International, Rudi Permana.

Rudi Permana mengakui produk herbal yang telah diradiasi oleh BATAN, waktu kedaluwarsanya menjadi lebih lama 1 hingga 1,5 tahun dari semula. Hal ini sangat menguntungkan karena dapat memperlama waktu simpan tanpa ada kerusakan pada bahan herbal tersebut.

Dalam upaya meningkatan layanan kepada masyarakat, Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat berkomitmen terus memperbaiki kualitas layanan dengan menerima masukan perbaikan dari para pelanggan dan masyarakat pada umumnya. “Karena pelanggan merupakan mitra yang dapat membangun PAIR dikemudian hari, maka PAIR berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan dengan lebih sering melakukan agenda temu pelanggan baik secara tatap muka maupun elektronik,” kata Totti.

 Di masa yang akan datang, meskipun jumlah Sumbar Daya Manusi (SDM) yang terbatas, PAIR tetap berkomitmen untuk berinovasi dengan menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. “PAIR akan terus menghasilkan teknologi yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di segala sektor, khususnya pertanian, industri, kesehatan dan lingkungan. Kesemua hal tersebut akan lebih diarahkan untuk menunjang pencegahan perubahan iklim global. Sebagai contoh di pertanian mengarah ke kegiatan yang menunjang Climate Smart Agriculture,” pungkas Totti. (pur)