HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 20/12/2016) Sudah hampir 50 tahun kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir dibidang pangan dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Bermula menggunakan fasilitas Irradiator Gamma Cell dengan kapasitas yang masih kecil para peneliti BATAN menyinari biji padi, kedelai dan kacang hijau dengan radiasi untuk menghasilkan bibit tanaman yang unggul. Kini litbang mutasi radiasi tersebut sudah menghasilkan 22 varietas unggul padi, 10 kedelai, 2 kacang hijau, 3 sorgum dan 1 gandum.

Pusat Aplikasi Isotop Radiasi (PAIR) - BATAN sebagai unit penelitian  yang melakukan pengembangan teknologi radiasi untuk bidang pangan, industri dan lingkungan terus berupaya untuk menghasilkan produk penelitian yang bermanfaat untuk rakyat. Sebagai pusat penelitian nuklir yang sudah mencapai usia 50 tahun tidak lagi dituntut untuk berprestasi di kancah nasional tetapi internasional. Berbagai prestasi internasional yang sudah berhasil dicapai diantaranya adalah Outstanding Achievement  Award dari IAEA - FAO dan sebagai Collaborating Centre IAEA untuk nondestructive testing industri, serta diusulkan untuk menjadi Collaborating Centre untuk teknologi mutasi tanaman dengan radiasi. Demikian disampaikan oleh Totti Tjiptosumirat, Kepala PAIR pada saat memberikan sambutan pada Hari Ulang Tahun PAIR yang ke 50.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, sangat mengapresiasi keberhasilan PAIR sebagai bagian dari pusat penelitian BATAN. "Capaian ini sungguh membanggakan dan harus terus ditingkatkan diantara tantangan anggaran yang terus menurun. Anggaran bukan satu-satunya tolak ukur keberhasilan penelitian. Kita bisa buktikan bahwa dengan anggaran yang terbatas BATAN bisa menghasilkan prestasi yang tinggi," lanjutnya.

Perayaan HUT PAIR juga dihadiri oleh mitra kerja BATAN di daerah diantaranya Bupati Musirawas, Banyuasin, Kepala Beppeda Kabupaten Klaten dan Kepala Bapeda Polewali Mandar.

Dalam perhelatan HUT emas ini PAIR memberikan apresiasi kepada para peneliti yang telah berprestasi menghasilkan produk penelitian sorgum dan gandum, yaitu Prof. Dr. Soeranto Human dan Ir. Basril Abas yang berjasa dalam penelitian amnion steril.  Selain itu, juga  digelar pameran produk penelitian di bidang pangan, kesehatan, industri dan lingkungan. (emp)