HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Depok, 18/01/2017) Sorgum atau cantel merupakan tanaman serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bioenergi. Sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Tanaman sorgum tidak memerlukan pengelolaan  khusus karena sangat mudah tumbuh, tidak banyak membutuhkan air dan pupuk, dapat tumbuh di lahan marginal dan suboptimal.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sejak tahun 1996 telah melakukan penelitian untuk pemuliaan tanaman sorgum dengan menggunakan radiasi sinar gamma. Hingga saat ini, 3 varietas unggul telah dihasilkan yaitu Pahat, Samurai 1 dan Samurai 2.

Pada hari ini (Rabu, 18/01) dengan mengajak para pemangku kepentingan yang berasal dari perguruan tinggi, peneliti, pemerhati, pengguna dan pebisnis, BATAN menggelar kunjungan lokasi penelitian sorgum di Kebun Percobaan milik Kementerian Pertanian di Citayam, Depok. Kunjungan yang bertajuk Sorgum Field Day ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat tentang varietas unggul sorgum hasil penelitian BATAN menggunakan radiasi sinar gamma.

Menurut peneliti BATAN bidang pertaninan, Soeranto Human, dengan memanfaatkan sinar radiasi gamma, telah dilakukan rekayasa genetik dalam penelitian tanaman sorgum. “BATAN telah melakukan penelitian tanaman sorgum yang merupakan hasil rekayasa genetik dengan menggunakan radiasi sinar gamma. Dalam hal ini sorgum yang diteliti dikelompokkan menjadi 3 jenis yakni sorgum biji  (grain sorghum) untuk pangan, sorgum hijauan (forage sorghum) untuk pakan ternak dan sorgum manis (sweet sorghum) untuk bahan baku gula cair (sirup) atau diproses lanjut menjadi bioetanol (bioenergi),” tegasnya.

Di kebun percobaan ini  ditanam 16 mutan harapan sorgum yang merupakan hasil pengembangan dari varietas Pahat yang sudah ditetapkan menjadi varietas unggul oleh Kementerian Pertanian. “Terhadap keseluruhan mutan ini sedang dilakukan penelitian terhadap sifat keunggulan, produktivitas, ketahanan terhadap penyakit dan kandungan nutrisinya dibandingkan dengan induknya,” tambahnya.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Totti Tjiptosumirat mengatakan, PAIR telah melakukan penelitian dan pengembangan aplikasi isotop dan radiasi di bidang pertanian, industri dan lingkungan, hasil akhirnya diharapkan dapat dimanfaatkan langsung oleh para pemangku kepentingan. “Sorgum adalah salah satu contoh hasil penelitian PAIR, bila kelak telah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian maka diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan baik industri maupun pengembang lainnya yang bisa memanfaatkan sorgum ini,” kata Totti.

Dari kegiatan ini, Totti berharap para pemangku kepentingan dapat menentukan langkah masing-masing sesuai dengan kewenangannya untuk mengembangkan sorgum  tidak hanya dibidang pangan melainkan untuk pakan ternak dan bioetanol.

Sementara itu, Mantan Walikota Depok sekaligus pemerhati sorgum, Nur Mahmudi Ismail mengajak kalangan akademisi, peneliti dan pengusaha untuk bersinergi mengembangkan sorghum, agar bangsa Indonesia dapat pengonsumsi makanan sehat dari Sorghum. (ekomp/pur)