HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Kebumen, 11/04/2017) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui program Agro Techno Park (ATP) menggelar Pelatihan Pemeliharaan Ternak Sapi Secara Komunal di Kebumen, Jawa Tengah, 10-12 April 2017. Pelatihan ini diikuti 16 peserta dari tiga ATP daerah Musi Rawas, Klaten dan Polewali Mandar. Masing-masing ATP mengirimkan 5 orang wakilnya dan 1 orang dari National Science Techno Park (NSTP) Pasar Jumat, Jakarta. Dalam pelatihan ini, diajarkan teknologi pembibitan/budidaya ternak sapi, teknologi pakan ternak, pengendalian penyakit ternak, pengelolaan limbah ternak, dan dilanjutkan dengan bimbingan praktikum.

Pelatihan ini didasari oleh kenyataan sebagian besar pemeliharaan ternak sapi di daerah masih bersifat individual, pola pemeliharaannya pun masih bersifat tradisional, kurang efisien, dan hasil produksinya kurang optimal. Para peternak biasanya menjual sapinya tidak dimaksudkan untuk memenuhi pasar daging yang terus meningkat, tetapi pada saat mereka memerlukan uang untuk keperluan yang besar dan mendadak, sehingga dari faktor harga jual pun posisi para peternak tidak diuntungkan.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radias (PAIR), Totti Tjiptosumirat, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dan Kelompok Tani Ternak (KTT) Rukun Maju Makmur yang telah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan ini. Ia menegaskan, pelatihan ini dilaksanakan langsung di lokasi ternak, di Kelompok Tani Ternak (KTT) Rukun Maju Makmur, dimaksudkan agar para peserta disamping mendapatkan materi dari para Narasumber, juga mendapatkan pengalaman praktik langsung di lokasi peternakan.

Totti berharap, para peserta dapat menerapkan pola pemeliharaan sapi secara komunal di ATP masing-masing karena pemeliharaan sapi secara komunal memiliki banyak keuntungan, sebab dengan pola pemeliharaan ternak yang lebih baik akan diperoleh hasil produksi ternak yang meningkat. Pola pemeliharaan ternak sapi secara komunal dalam satu kandang, antara lain memiliki unit pembuatan pakan, unit biogas, unit biourine, unit kompos, dan menggunakan jerami padi sebagai pakan utama. Selain itu, dengan pemeliharaan ternak sapi secara komunal yang terhimpun dalam kelompok tani ternak (KTT) mendatangkan peluang untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan (bank).

Pelaksanaan Program Pertanian Terpadu di ATP Daerah dengan memanfaatan varietas unggul hasil litbang BATAN dan penerapan pola pemeliharaan ternak sapi secara komunal akan membangun keterpaduan yang saling mendukung antara kegiatan pertanian dan peternakan sehingga akan dicapai efisiensi dalam pembiayaan dan peningkatan keuntungan. Pemanfaatan limbah pertanian berupa jerami padi dijadikan jerami permentasi untuk pakan ternak sapi, sementara itu hasil limbah kotoran sapi dari kandang komunal dimanfaatkan untuk pupuk pertanian. Dengan penerapan pola seperti ini, maka dapat dicapai efisiensi biaya dan keterpaduan yang saling mendukung antara kegiatan pertanian dan peternakan sehingga dapat meningkatkan keuntungan. (RBK)