HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 09/05/2017). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada tanggal 9 Mei 2017 menyelenggarakan Sarasehan Budaya Keselamatan BATAN bertempat di Gedung Pertemuan Utama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Acara mengusung tema “Penguatan Budaya Keselamatan BATAN dengan Meningkatkan Kepedulian Kesehatan Diri”, dihadiri oleh para pejabat Eselon I sampai dengan IV, Tim Budaya Keselamatan BATAN dan perwakilan pegawai di lingkungan KNPJ. Tujuan sarasehan adalah meningkatkan pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja bagi seluruh pegawai BATAN.

Acara sarasehan terbagi dalam 3 Sesi, yaitu Sesi Pembuka diawali dengan sambutan dari Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat, yang menyampaikan bahwa acara ini baru diadakan kembali setelah sempat terhenti selama 2 tahun. Acara ini sangat penting mengingat pegawai BATAN berkecimpung dengan radiasi sehingga sangat perlu memahami dan menerapkan tindakan yang berdasarkan prinsip keselamatan baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Selanjutnya Kepala BATAN, Djarot Wisnubroto, dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara ini mengatakan bahwa faktor SDM akan berpengaruh pada penerapan budaya keselamatan. Oleh sebab itu diperlukan persamaan persepsi tentang Budaya Keselamatan.

Sesi ke-2 merupakan Sesi Berbagi, dipandu oleh fasilitator Tim Budaya Keselamatan BATAN. Sesi ini berisi paparan agenda kegiatan Tim Budaya Keselamatan BATAN untuk tahun kegiatan 2017, diantaranya penyusunan draft revisi PERKA BATAN No. 200 tahun 2012; mengadakan workshop Budaya Keselamatan pada awal Agustus 2017; melakukan kunjungan ke beberapa unit kerja yang mendapatkan peringkat C; dan Action Plan untuk peningkatan Budaya Keselamatan. Paparan dilanjutkan oleh Lions Rixson mengenai keselamatan kerja di lingkungan PAIR-BATAN pada tahun 2015 yang mendapatkan penilaian peringkat C-gemuk, namun pada tahun 2016 mengalami peningkatan menjadi B-kurus. Hal ini secara umum disebabkan faktor karakteristik 1 tentang keselamatan adalah nilai yang diakui dan dipahami mengalami peningkatan.

Sesi Utama dipandu oleh fasilitator Ania Citraresmini, mengetengahkan tema Dampak Lingkungan terhadap Keselamatan dan Evaluasi Hasil Kesehatan Pegawai di Kawasan Nuklir Pasar Jumat. Pada sesi ini terdapat 3 narasumber, narasumber pertama berasal dari Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ardion Eka Putera) dan narasumber kedua dan ketiga berasal dari PTKMR-BATAN (dr. Paramita Pandansari dan dr. B. Okky Kadarusman). Materi Ardion menggarisbawahi bahwa kegiatan instalasi nuklir adalah kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup, maka wajib memiliki dokumen AMDAL dan harus menempati lokasi yang sesuai dengan tata ruang dan tata guna lahan. Materi kesehatan oleh dua orang dokter dari PTKMR mengulas 6 jenis penyakit yang lazim ditemukan pada hasil pemeriksaan pegawai di lingkungan KNPJ. Sesi Utama diakhiri dengan penayangan video sosialisasi budaya keselamatan, dengan tujuan mengkoreksi tindakan-tindakan yang berdasarkan kebiasaan yang membudaya namun tidak sepenuhnya memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Keseluruhan acara sarasehan ditutup oleh Kepala BATAN. (as)