HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 30/10/2017)  Bertempat di Ruang Pertemuan Utama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN), 3 peneliti PAIR BATAN yaitu Dr. Boky J. Tuasikal, M.Si; Yuliasti, M.Si; dan Sihono, SP melakukan presentasi ilmiah untuk mencapai jenjang Peneliti Ahli Madya dihadapan Dewan Penilai untuk memenuhi persyaratan Keputusan Kepala MENPAN Nomor: KEP/128/M.PAN/9/2004 yang mensyaratkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi Peneliti Madya dan Peneliti Utama, maka  peneliti harus mempresentasikan karya ilmiah rangkuman hasil litbang dan/atau hasil pemikirannya di hadapan Dewan Penilai.

Acara presentasi ilmiah dipimpin oleh Ketua Dewan Penilai, Prof. Dr. Efrizon Umar, MT dengan Sekretaris Suhandi (BSDMO), selain Dewan Penilai acara dihadiri oleh Kepala PAIR dan para peneliti di lingkungan PAIR.

Boky J. Tuasikal sebagai presenter pertama mempresentasikan makalah dengan judul ”Pengembangan Vaksin Iradiasi Streptococcus agalactiae untuk Pencegahan Mastitis Subklinis pada Sapi Perah” dengan Penilai Ahli Dr. Drh. Sri Estuningsih, M.Si, MPVet. dan Prof. Dr. Soeranto Human, M.Sc. Dalam presentasinya disampaikan bahwa Mastitis subklinis (MSK) adalah penyakit yang sering menginfeksi sapi perah yang menyebakan penurunan baik produksi maupun kualitas susu. Oleh karena itu melalui serangkaian percobaan dengan menggunakan mencit dan kambing perah sebagai uji coba menunjukkan bahwa vaksin iradiasi Streptococcus agalactiae Group B (SGB) dapat mencegah Mastitits Subklinis pada sapi perah SGB. Hal ini juga aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi hipersensitifitas pada sapi perah.

Dalam sambutannya, Totti Tjiptosumirat selaku Kepala PAIR menyampaikan bahwa teknologi radiasi melalui vaksin ini telah memberikan bukti bermanfaat bagi masyarakat.  Oleh karena itu teknologi radiasi perlu dilestarikan dengan meningkatkan dan mengembangkan hasil penelitian, sehingga pemanfataannya dapat dirasakan oleh masyarakat. Dengan terbatasnya dana, maka penelitian memerlukan kerjasama dengan swasta/mitra kerja serta perlu melakukan sosialisasi.

Presentasi kedua disampaikan oleh Yuliasti, M.Si berjudul “Varietas Mutan Muri Kaacang Hijau Hasil Mutasi Induksi Berdaya Hasil Tinggi Toleran terhadap Kekeringan, Hama Penyakit dan Analisis Diveritas Genetik Menggunakan Marka SSR (Simple Sequence Repeat)” dengan Penilai Ahli Prof. Dr. Sudarsono, M.Sc dan Prof. Dr. Ishak, M.Sc, MID. Dalam presentasinya, Yuliasti memaparkan peningkatan produksi nasional kacang hijau, varietas unggul dengan potensi hasil tinggi, tahan terhadap penyakit dan toleran terhadap kekeringan. Terkait penilaian hasil litbang, Totti menyampaikan bahwa pelaku litbang harus teliti dengan kualitas hasilnya karena sekarang penilaian lebih ketat. Dalam hal ini, peran Komisi Pembina Fungsional Peneliti (KPTP) perlu ditingkatkan untuk mendorong peningkatan hasil litbang yang lebih baik.

Sebagai presenter ketiga, Sihono, SP menyampaikan presentasinya dengan judul “Galur Mutan Harapan Sorgum PATIR 1 dan PATIR 2 sebagai Varietas Dari “Samurai 1 dan Samurai 2” dengan Penilai Ahli Prof. Dr. Nur Mahmudi Ismail, M.Si dan Prof. Dr. Soeranto Human, M.Sc. Dalam presentasinya memaparkan bahwa sorgum dapat digunakan sebagai pangan, energi dan pakan ternak.  Totti Tjiptosumirat menambahkan bahwa para peneliti perlu memikirkan bagaimana cara menyampaikan pemahaman tentang radiasi kepada masyarakat awam.  Hal ini juga menjadi tugas PAIR untuk mencari kata kunci yang tepat sehingga penyampaian informasi tentang radiasi dapat diterima oleh masyarakat.

(anari, rbk)