HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Tangerang Selatan, 21/12/2017). Menutup pelaksanaan program kegiatan Agro Techno Park (ATP) dan National Science Techno Park (NSTP) tahun 2017, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Santika Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis-Jumat 21-22 Desember 2017. FGD diikuti oleh 70 peserta, terdiri dari Pimpinan BATAN, wakil Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Klaten, dan Musi Rawas, serta unit kerja pelaksana dari BATAN.

Dalam FGD dipaparkan laporan hasil kegiatan dari 3 ATP di Kabupaten Polewali Mandar, Klaten, dan Musi Rawas, hasil monev oleh Biro Perencanaan BATAN, pelaksanaan pelatihan dan pemagangan oleh Pusdiklat BATAN, serta pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan diseminasi oleh Pusat Diseminasi dan Kemitraan BATAN.

Tahun 2017 adalah tahun ketiga dari pelaksanaan kegiatan ATP/NSTP yang merupakan bagian dari visi-misi Presiden RI, “Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik, dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana teknologi terkini (Nawa Cita butir 6)”. Capaian tahun 2017 meliputi kegiatan pelatihan/pemagangan kewirausahaan bagi para Pengelola ATP dan calon UMKM,  pengelolaan ternak sapi secara komunal, pemagangan penangkar benih kedelai, sekolah lapang pengendalian hama penyakit (SLPHT), pelatihan budidaya padi dan kedelai, serta pengolahan pakan dan manajemen ternak.

Capaian utama yang sangat menggembirakan yaitu telah terbentuknya manajemen kelembagaan ATP di 3 kabupaten (Polewali Mandar, Klaten, dan Musi Rawas) serta terbentuknya 4 UMKM produsen benih. Manajemen ATP yang terbentuk, diharapkan mulai menjalankan tugas dan fungsinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan di daerah yang pada akhirnya dapat memicu peningkatan dan kemandirian ekonomi masyarakat petani.

Pada acara penutupan disampaikan hasil evaluasi capaian pelaksanaan kegiatan ATP di 3 kabupaten sampai tahun ketiga (2017), semua ATP menyatakan optimis bahwa program ATP akan sukses pada akhir periode (2019). Sementara itu, Kepala menyatakan dukungannya dan mengajak kepada seluruh SKPD terkait di Daerah untuk dapat bahu membahu untuk mensuksesakan program tersebut. (RbK)