HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 29/03/2018) Bidang Pertanian, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN telah menerima kunjungan dari utusan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara. Kunjungan tersebut dalam rangka untuk penjajakan kerjasama terkait penelitian dan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia.

Prof. Dr. Takdir Saili selaku Dekan Fapet UHO mengatakan bahwa fapet UHO adalah salah satu fakultas di UHO yang cukup muda karena baru terakreditasi DIKTI pada tahun 2014. “Karena itu, kualifikasi akademik mahasiswanya perlu ditingkatkan dengan melakukan kerjasama serta pembelajaran dari lembaga penelitian yang lebih berpengalaman seperti PAIR BATAN. Beberapa hal yang harus dibenahi antara lain dari segi saintifik dan penguasaan materi di lapangan”. Lanjutnya.

Dalam waktu yang sama, Achmad Selamet Aku S.Pt, M.Sc selaku Wakil Dekan 3 Fapet UHO merasa berkesan dengan sambutan dan kelengkapan fasilitas yang dimiliki oleh Bidang Pertanian PAIR BATAN. Hal tersebut yang membuat fapet UHO merasa perlu melakukan penjajakan kerjasama riset maupun peningkatan SDM dengan BATAN.

Dr. Irawan Sugoro selaku Kepala Bidang Pertanian menjelaskan bahwa Bidang Pertanian adalah Bidang yang cukup besar. Kelompok Produksi Ternak merupakan salah satu dari empat kelompok di Bidang Pertanian yang berpotensi untuk melakukan kerjasama dengan Fapet UHO. Di dalam kelompok Produksi Ternak, terdapat laboratorium Nutrisi Ternak dan Kesehatan-Reproduksi ternak yang memanfaatkan aplikasi isotop dan radiasi dalam riset-risetnya. Laboratorium Nutrisi Ternak melakukan pengembangan suplemen dan pakan protein tinggi, sedangkan Laboratorium Kesehatan-Reproduksi ternak melakukan riset terkait pembuatan vaksin dan diteksi kebuntingan memanfaatkan teknologi radioisotop dan radiasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Irawan juga mengatakan bahwa kerjasama antar perguruan tinggi dan lembaga penelitian adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Hal tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dana penelitian dan untuk kemajuan bangsa. Dr. Irawan berpesan agar pihak Fapet UHO dapat kembali datang dan lebih intens dalam menentukan bentuk kerjasama, tidak hanya antar rumpun ilmu peternakan tetapi juga ilmu-ilmu lain khususnya Pertanian.