HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 09/07/2018), International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali mengadakan pertemuan guna membahas kelanjutan proyek tempe, pertemuan dilaksanakan di Ruang Madya, Gedung PAIR, Kawasan Nuklir Pasar Jumat. Programme Management Officer (PMO), Office of Public Information and Communication (OPIC), IAEA, Mr. G.G. Wolde, dan Mokdad Maksoudi, IAEA consultant datang untuk mewakili IAEA.

Dalam paparannya Mokdad Maksoudi menerangkan bahwa kedelai bersama beras dan jagung adalah tiga tanaman yang dapat mendukung prakasa kedaulatan pangan nasional.
Selain itu, menurut Mokdad, menghasilkan produk tempe yang lebih higienies juga merupakan tujuan dari proyek tempe ini. Tempe yang higienis akan lebih bermanfaat bagi masyarakat terutama pada kesehatan masyarakat.

Proyek tempe ini merupakan bagian dari program revitalisasi pertanian Indonesia, terutama untuk mencapai swasembada pangan untuk konsumsi nasional. Dengan demikian, fokus utama proyek adalah untuk mengintensifkan produksi kedelai dan turunan kedelai berkualitas tinggi, terutama Tempe, menggunakan varietas kedelai yang ditingkatkan dan proses inovatif untuk produksi Tempe yang lebih bersih dengan kandungan protein yang lebih tinggi.

"Berkurangnya minat petani Indonesia untuk menanam kedelai salah satunya adalah karena harga kedelai lokal yang masih rendah jika dibanding dengan harga kedelai impor. Hingga saat ini pemerintah belum bisa  memberikan jaminan harga, sedangkan petani akan menanam komoditas yang memberikan mereka harga yang bagus," ungkap Davied dari Kementerian Pertanian dalam pertemuan kemarin.

"Pemerintah telah menetapkan harga acuan pembelian untuk kedelai sebesar Rp 8.500 per kg (PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27/M-DAG/PER/5/2017),  namun dipasaran kedelai masih dibeli dibawah harga standar tersebut," ungkapnya.

BATAN sendiri saat ini sudah menghasilkan 10 varietas kedelai dari mutasi radiasi. Batan menargetkan varietas yang sudah dihasilkan bisa segera diproduksi dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya dengan proyek tempe ini, sehingga kedelai Batan harapannya bisa segera bisa termanfaatkan oleh industri.

Pertemuan yang dibuka oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Djarot Sulistio Wisnubroto ini dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan - Kementerian Pertanian, Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), Kementerian Perindustrian,  Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) serta Deputi Kepala BATAN. (SET)