HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Polewali Mandar, 26/07/2018) Program Agro Techno Park (ATP) dan Science Techno Park (STP) yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2015 merupakan sarana efektif untuk menyebarluaskan pemanfaatan teknologi nuklir kepada Masyarakat. Hal ini dikatakan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto pada acara pertemuan teknis STP dan sosialisasi penggunaan bibit berlabel di Kantor Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Selatan, 25-26 Juli 2018.

“Program ATP dan STP ini cukup efektif untuk mengenalkan dan menyebarluaskan hasil-hasil BATAN kepada masyarakat. Selain pemerintah daerah, dalam ATP dan STP ini kita juga melibatkan para petani, swasta dan perguruan tinggi,” kata Djarot.

Djarot menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan pemeritah daerah mengelola tiga ATP yang berlokasi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Selain ATP, BATAN juga mengelola STP yang dikenal dengan nama National Science Techno Park yang berlokasi di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Pada tahun 2019 sebagai tahun terakhir, diharapkan ATP dan STP sudah mampu menjadi sebuah organisasi ATP dan STP mandiri, yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk itulah, Djarot menambahkan, pada pertemuan ini perlu didorong kemandirian ATP dengan membentuk Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Meskipun demikian, menurut Djarot, masih terdapat kendala dalam pengelolaan ATP dan STP. “Kendala utamanya dalam mengelola ATP dan STP adalah penganggaran yang tidak stabil dan budaya sebagian dari kita yang belum berani menjadi mandiri memanfaatkan teknologi sendiri,” tambah Djarot.

Wakil Bupati Polewali Mandar, H. M. Natsir Rahmat, dalam sambutannya mengatakan, Polewali Mandar telah menjadi tempat uji coba hasil penelitian BATAN. “Sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 Polewali Mandar telah bermamorfose menjadi tempat kajian dan uji coba hasil penelitian pertanian dan peternakan sebelum produk unggulan tersebut disebarluaskan kepada masyarakat,” kata Natsir.

ATP di Polewali Mandar menurut M. Natsir, juga dapat digunakan oleh masyarakat yang ingin menimba ilmu terkait pertanian dan peternakan. Di ATP Polewali Mandar, selain menanam varietas padi BATAN, juga ditanam varietas kedelai.

Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perencanaan, Kabupaten Polewali Mandar, Marzuki Kallang, dengan luasan lahan pertanian sekitar 18000 ha, masalah penyediaan benih padi menjadi hal yang patut menjadi perhatian khusus. “Wilayah Kabupaten Polewali Mandar mempunyai luasan lahan pertanian 1800 ha, selama ini untuk mencari bibit padi mengalami kesulitan, namun sejak adanya ATP, penyediaan benih varietas padi dapat terbantu,” ujar Marzuki.

Marzuki berharap, keberadaan ATP di Polewali Mandar diharapkan mampu memberi solusi dalam penyediaan benih khususnya padi dan kedelai varietas BATAN, dan meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat Polewali Mandar pada umumnya. (Pur)