HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 21/10/2018) Teknologi pengawetan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatannya. Teknologi pengawetan dengan menggunakan bahan kimia berbahaya kini mulai ditinggalkan, dan beralih kepada teknologi yang bersih dari bahan kimia.

Salah satu teknologi pengawetan yang tidak menggunakan bahan kimia yakni Iradiator gamma yang memanfaatkan radiasi sinar gamma yang dipancarkan oleh sumber radioaktif. Selain itu, teknologi pengawetan alternatif yang memanfaatkan radiasi juga dapat dihasilkan dari mesin berkas elektron yakni fasilitas pengawetan yang memanfaatkan radiasi elektron yang ditimbulkan oleh sumber energi listrik.

Saat ini, teknologi berkas elektron menjadi fokus perhatian banyak negara karena teknologi ini diklaim tidak memiliki efek radiasi pengion dan tidak menggunakan bahan radioaktif ketika difungsikan. Keseriusan negara-negara ini terlihat dengan berkumpulnya para perwakilan dari 14 negara yang tergabung dalam payung kerja sama regional (Regional Cooperative Agreements Regional Officer – RCARO) dalam kerangka kerja sama selatan-selatan (United Nation Office for South-South Cooperation) di Bali, 16-18 Oktober 2018 yang membahas perkembangan pemanfaatan teknologi berkas elektron.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Totti Tjiptosumirat dalam sambutannya mengatakan, pemanfaatan teknologi berkas elektron di BATAN sudah lama digunakan. “Pemanfaatan teknologi ini di sektor swasta masih cukup tinggi, terutama dalam bidang industri kabel listrik,” ujar Totti.

Mengingat pemanfaatan berkas elektron di dunia terus meningkat, Totti berharap adanya program pengembangan dan pengadaan instalasi berkas elektron dengan kemampuan lokal dan desain dilakukan oleh Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir BATAN. Urgensi lain bagi BATAN dengan mengembangkan teknologi berkas elektron ini yakni dapat menunjukkan kepada masyarkat bahwa BATAN mampu menguasai teknologi pengawetan baik melalui pemanfaatan sinar radiasi gamma dari sumber radioaktif maupun dari energi listrik.

Mendirikan fasilitas pengawetan baik yang menggunakan radiasi sinar gamma maupun berkas elektron, mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Bila menggunakan radiasi sinar gamma, maka dibutuhkan spesifikasi bangunan gedungnya lebih rumit ketimbang membangun fasilitas pengawetan yang menggunakan teknologi berkas elektron, hal ini dikarenakan aspek keselamatan terhadap bahaya radiasi menjadi bagian yang utama.

Namun, keunggulan dari rasilitas radiasi sinar gamma adalah, membutuhkan energi listrik yang lebih sedikit ketimbang mesin berkas elektron. “Kedua fasilitas ini mempunnyai kelebihan masing-masing, dan untuk mendirikan fasilitas berkas elektron tentunya lebih mudah bila dibandingkan dengan persyaratan mendirikan fasilitas iradiator,” tambah Totti.

Dengan menguasai kedua teknologi ini, diharapkan Indonesia melalui BATAN dapat berperan sebagai Technology Provider, Technical Support Organzation (TSO), dan Clearing House Teknologi Nuklir. Selain itu, Indonesia juga dapat berperan aktif dalam berbagi teknologi ke negara-negara Afrika dalak kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan. (Pur)