Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 20 /12/2018), Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Totti Tjiptosumirat dan  Direktur PT. Edwar Technologi, Dr. Warsito P. Taruno, M.Eng. melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bertempat di Ruang Madya PAIR, Kamis (20/12). Perjanjian kerja sama ini terkait dengan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Advanced NDE dan Diagnostik Dalam Bidang Industri.

Selain dengan PT Edward Technologi , Kepala PAIR (Totti Tjiptosumirat) juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Direktur PT. Super Quality Service (SQS) Indonesia, Muruganandhan K., terkait dengan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Uji Tak Rusak

Dalam sambutannya Totti menyampaikan bahwa dengan adanya kerja sama ini kedepannya diharapkan dapat memanfaatkan Uji Tak Rusak untuk memecahkan masalah di sektor infrastruktur dan industri. Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) yang telah menunjuk BATAN sebagai “Collaborating Centre Research and Development and Capacity Building in Nondestructive Diagnostics, Testing and Inspection Technologies” bahkan menganjurkan adanya hubungan kerjasama antara BATAN IAEA CC dengan pihak praktisi Uji Tak Rusak. Kendala yang ada saat ini yaitu belum adanya perizinan peralatan khususnya Betatron dari pihak BAPETEN. Kerja Sama dengan PT SQS ini  dapat melakukan demonstrasi dan cara kerja pemanfaatan betatron sehingga dapat meyakinkan BAPETEN untuk dapat mengeluarkan izin penggunaan betatron. Saat ini kerja sama ini masih dengan lingkup PAIR, selanjutnya dapat dikembangkan ke tingkat BATAN yang mencakup Pusdiklat, PAIR, PRFN, PSTBM, dan PTKRN. Semoga kerja sama ini dapat menjadi tolok ukur pengembangan dan pemanfaatan NDT kedepan.

Warsito dalam sambutannya menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut yang nyata walaupun sebenarnya dilapangan telah terjalin kerja sama selama hampir 10 tahun dalam pengembangan NDE dan NDT. (A&S)