Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 29/11/2018). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN menerima kunjungan dari delegasi Taiwan, Prof. Wu-Chun Tu, Ph.D () dan Prof. Niann-Tai Chang, Ph.D (National Pingtung University of Science dan Technology) dan delegasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Sri Yusmalinar.  Kunjungan diterima Kepala Bidang Pertanian (Dr. Irawan Sugoro) mewakili Kepala PAIR dan didampingi oleh para peneliti dan staf Kelompok Entomologi Bidang Pertanian. Kunjungan delegasi ini adalah dalam rangka menjajaki kerja sama pengendalian vektor demam berdarah.

Acara kunjungan diawali dengan pemaparan dari perwakilan delegasi tentang program kerja yang berkaitan dengan topik diskusi, yaitu pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD), dan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Irawan tentang program kerja dan fasilitas yang ada di PAIR-BATAN termasuk yang berkaitan dengan topik diskusi.

Hasil diskusi ini dapat disimpulkan bahwa diketahui  DBD masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia, terutama di kawasan tropis, tak terkecuali Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit tersebut misalnya PAIR-BATAN telah mengembangkan pemanfaatan teknologi nuklir untuk mengendalikan populasi vektor utama penyakit DBD, yakni nyamuk Aedes aegypti. Metode yang dikembangkan yaitu Teknik Serangga Mandul (TSM) atau Sterile Insect Technique (SIT). Teknik ini pada prinsipnya adalah pelepasan nyamuk jantan mandul hasil iradiasi gamma ke lapangan. Nyamuk jantan mandul tersebut akan mengawini betina dan tidak menghasilkan keturunan sehingga populasi nyamuk tersebut dapat menurun.

Selain itu dibahas juga kemungkinan kerja sama dengan integrasi beberapa teknik termasuk TSM untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti dalam kerangka Integrated Vector Management (IVM) sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal. Diharapkan bahwa data saintifik yang diperoleh dapat digunakan sebagai acuan pembuat kebijakan dalam rangka menyusun program pengendalian DBD di Indonesia.

Acara ini diakhiri dengan kunjungan ke Laboratorium Kelompok Entomologi. (bni)