Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 22/01/2019), Di awal tahun 2019, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) –BATAN menyelenggarakan kuliah umum bagi mahasiswa yang melaksanakan penelitian di PAIR.  Sebanyak 34 dari 40 mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia yang melaksanakan penelitian di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN antara lain : IPB, UGM, UI., Univ. Muhammadiyah Jakarta, Univ. Surya, Univ. Airlangga , Univ. Veteran Jawa Timur, UNTIRTA, UNPAD, Univ. Al Azhar dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hadir dalam acara kuliah umum yang diselenggarakan PAIR-BATAN pada tanggal 22 Januari 2019 bertempat di Ruang Pertemuan Utama PAIR.  Tema kuliah umum kali ini mengangkat kegiatan di bidang Pertanian yaitu tentang “Teknologi Radiasi untuk Pemuliaan Mutasi Tanaman”. Tujuan diadakan kuliah umum ini adalah untuk memperkenalkan serta menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan dan hasil  penelitian dan pegembangan (litbang) PAIR khususnya di Bidang Pertanian kepada para mahasiswa yang melakukan penelitian di PAIR.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pertanian, Irawan Sugoro, yang menyampaikan tentang kegiatan dan hasil litbang di Bidang Pertanian khususnya, dan mengharapkan kedepannya kegiatan ini tidak hanya menampilkan hasil litbang Bidang Pertanian, namun juga hasil kegiatan bidang lain yang ada di PAIR. Selanjutnya Irawan mengharapkan agar para mahasiswa yang hadir dapat memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan sebagai bekal mahasiswa dalam menimba ilmu.

Presentasi utama disampaikan oleh Soeranto Human selaku peneliti senior Bidang Pertanian yang memaparkan mengenai aplikasi Iptek Nuklir di Bidang Pertanian. Iptek Nukir sangat berguna dalam bidang pertanian seperti : merakit varietas unggul tanaman seperti padi, kedelai, sorgum dll., tanah dan nutrisi tanaman, pengendalian hama tanaman, Teknik Serangga Mandul (TSM), pengawetan produk pertanian, fisiologi tanaman, nutrisi ternak, reproduksi ternak dan kesehatan ternak. BATAN sendiri memiliki fasilitas yang memadai untuk penelitian aplikasi Iptek Nuklir di Bidang pertanian dan terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai mitra. Di bidang pemuliaan mutasi tanaman, BATAN telah diakui oleh dunia internasional dan kini menjadi IAEA Collaborating Center for Plant Mutation Breeding. Di akhir presentasinya Soeranto menekankan bahwa jangan ragu dengan produk mutasi, karena radiasi hanya merubah gen yang ada di dalam tanaman itu saja. Mutasi adalah perubahan materi genetik yang dapat terjadi secara alami atau melalui induksi, sehingga tidak ada perbedaan antara mutasi alami dan mutasi induksi. Dengan demikian produk mutasi dari sumber apapun akan sama amannya.

Walaupun mahasiswa yang hadir tidak semua berasal dari Fakultas Pertanian, namun mereka antusias mengikuti acara ini serta aktif mengajukan pertanyaan di dalam forum diskusi.  Keingintahuan mereka dengan hasil litbang PAIR membuat suasana kuliah umum ini menjadi hidup. Dalam acara diskusi ini Soeranto juga memberikan 1 pertanyaan kepada para peserta yaitu “apakah hasil litbang yang dicapai oleh BATAN berbahaya?” Setelah melihat dan mendengarkan presentasi sebelumnya, peserta menjawab bahwa tidak berbahaya (aman) dengan memberikan berbagai alasan yang hampir semua benar.  (anari)